Kemenhub Integrasikan Tarif KRL Jabodetabek dengan Transportasi Jakarta

Share

Kementerian Perhubungan memastikan tarif Kereta Rel Listrik tidak mengalami kenaikan dan sedang menjembatani integrasi tarif dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Jakarta pada Jumat (26/6/2026), seperti dilansir dari Detik Finance.

Langkah integrasi ini ditujukan untuk menyatukan seluruh moda transportasi di Ibu Kota demi mendorong ongkos publik yang lebih murah. Saat ini, skema pembayaran tersebut sedang dibahas bersama antara pihak PT Kereta Commuter Indonesia dengan Pemprov DKI Jakarta.

Sekretaris Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan Dedy Cahyadi menjelaskan bahwa subsidi untuk transportasi massal ini tetap berjalan guna meringankan biaya perjalanan masyarakat.

"Untuk yang subsidi dari KRL itu ditanggung dari Kementerian Perhubungan melalui DJKA. Itu belum, tapi intinya adalah bahwa tidak ada kenaikan tarif. Justru tarif itu lebih murah lagi kalau diintegrasi," terang Dedy.

Pemerintah Jakarta sendiri saat ini menerapkan tarif integrasi sebesar Rp 10.000 yang berlaku selama tiga jam pada hari kerja. Tarif ini mencakup perjalanan menggunakan moda transportasi di bawah pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah seperti Mikrotrans, Transjakarta, LRT Jakarta, hingga MRT Jakarta melalui pengelolaan sistem oleh PT JakLingko Indonesia.

"Mereka bisa menggunakan berbagai macam moda, baik menggunakan MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, atau feeder termasuk Mikrotrans, dan itu dihitung hanya Rp 10 ribu. Ini lebih murah lebih efisien dibanding menggunakan parsial satu moda dengan moda yang lainnya," terangnya.

Rencana perluasan tarif integrasi ini diharapkan dapat segera dinikmati oleh seluruh pengguna layanan KRL di wilayah Jabodetabek setelah tercapainya kesepakatan formal antarpihak.

"Rencananya kami akan mengintegrasikan dengan KCI, kira-kira KRL yang ada di wilayah Jabodetabek ini, dan insya Allah mudah-mudahan nanti kalau memang sudah ada kesepakatan, karena ini memang perlu ada kesepakatan bersama, Kalau memang ada kesepakatan bersama kita bisa integrasi antara KRL dengan moda transportasi yang ada di wilayah DKI Jakarta," jelas Dedy.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author