Kemendikdasmen Revitalisasi Bangunan SDN Tanggirejo Grobogan yang Rusak

Share

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merespons cepat kerusakan fisik SDN Tanggirejo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan pihak sekolah untuk segera melakukan revitalisasi, dilansir dari Detikcom, Jumat (24/7/2026).

Langkah tersebut diambil usai atap dua ruangan di sekolah dasar tersebut mengalami ambrol secara bertahap sejak awal tahun 2026 akibat diserang hama rayap. Pemerintah berencana mengundang kepala sekolah ke Jakarta guna menandatangani Perjanjian Kerja Sama revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal, Gogot Suharwoto, memberikan keterangan resmi terkait penanganan fasilitas belajar mengajar yang rusak berat tersebut.

"Saat ini kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, dinas pendidikan, hingga Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah untuk segera merevitalisasi sekolah tersebut," ujar Gogot Suharwoto, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal.

Pemerintah menetapkan program perbaikan ini difokuskan pada tiga kriteria utama, yakni fasilitas terdampak bencana, kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta gedung sekolah yang mengalami kerusakan skala berat.

"SDN Tanggirejo merupakan salah satu sekolah yang masuk dalam tiga prioritas utama penerima program revitalisasi. Kami berharap perbaikan sarana dan prasarana ini tidak hanya mengubah kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga membangkitkan semangat belajar peserta didik dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan," ucap Gogot Suharwoto, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal.

Kerusakan awal melanda ruang guru pada Januari 2026, yang kemudian disusul oleh robohnya atap ruang kelas enam pada April 2026. Beruntung seluruh kejadian terjadi pada malam hari sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

"(Sampai ambrol karena penyangga atap) Dimakan rayap itu, nek dirungokke iki 'krekes krekes krekes' suarane ngoten," ujar Juwariyah, Kepala SD Negeri Tanggirejo.

Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa insiden runtuhnya atap tidak mengganggu keselamatan fisik para siswa maupun staf pengajar yang bertugas.

"Alhamdulillahnya itu (kejadian) malam hari, paling selatan ruang guru itu (ambrol) Januari tahun ini. Sudah tidak bisa digunakan," ujar Juwariyah, Kepala SD Negeri Tanggirejo.

Selang beberapa bulan usai fasilitas ruang guru runtuh, kerusakan serupa berlanjut dan merusak area ruang kelas enam.

"Ruang kelas VI, barusan kok (ambrolnya), sekitar bulan April," ucap Juwariyah, Kepala SD Negeri Tanggirejo.

Guna menjaga kelancaran proses kegiatan belajar mengajar di tengah keterbatasan fasilitas, pihak sekolah mengambil kebijakan darurat dengan memindahkan lokasi belajar murid ke musala dan perpustakaan.

"Kelas VI-nya tak sendirikan, kelas V-nya tak taruh di musala. Terus ruang gurunya tak tempatkan nggone perpustakaan," tutur Juwariyah, Kepala SD Negeri Tanggirejo.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author