Kemendikdasmen Buka Pelatihan Non-Gelar Guru Gandeng Hiroshima University

Share

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar program pelatihan teknis non-gelar bagi guru dan tenaga kependidikan. Pendaftaran program ini dibuka pada 1 hingga 6 Agustus 2026 dilansir dari Detikcom.

Pelaksanaan program dijalankan Ditjen GTK dengan menggandeng Hiroshima University. Pengajaran dilakukan langsung oleh narasumber dari kampus Jepang tersebut di Indonesia, baik secara luring maupun daring.

Program ini berfokus pada dua area utama, yaitu bidang kesejahteraan psikologis guru serta bidang pendidikan inklusif.

Calon peserta wajib memenuhi sejumlah persyaratan umum sebelum mendaftar. Pendaftar merupakan WNI berstatus guru atau tendik dengan usia maksimal 55 tahun.

Pengalaman mengajar minimal dua tahun di satuan pendidikan wilayah NKRI menjadi syarat mutlak. Peserta juga harus menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran.

Kemampuan bahasa Inggris dibuktikan melalui sertifikat resmi. Skor minimal yang ditetapkan meliputi TOEFL ITP 450, Duolingo 75, TOEFL iBT 45, IELTS 5.0, TOEIC 440, atau English Score 290 dan Versant Test 47.

Aturan sertifikat bahasa Inggris dipengecualikan bagi lulusan perguruan tinggi luar negeri dengan masa kelulusan kurang dari dua tahun.

Untuk syarat khusus bidang Kesejahteraan Psikologis Guru, pendaftar harus berstatus guru Bimbingan Konseling (BK) jenjang SMA, SMK, atau SLB. Peserta wajib mengantongi sertifikat fasilitator nasional atau daerah pada Program PKG BK (7 Jurus BK Hebat).

Sementara pada bidang Pendidikan Inklusif, pendaftaran terbuka bagi guru TK, SD, SMP, SMA, SMK, maupun SLB. Syaratnya telah menyelesaikan atau sedang mengikuti Pelatihan Pendidikan Inklusif Tingkat Mahir dari direktorat.

Dokumen Persyaratan yang Wajib Diunggah

Pendaftar harus menyiapkan berkas administrasi dalam bentuk scan digital. Dokumen meliputi formulir pendaftaran daring, KTP, SK Pengangkatan Guru ASN atau Guru Tetap Yayasan, serta ijazah dan transkrip S1/D4 terlegalisasi dengan IPK minimal 3.00.

Berkas pendukung keahlian wajib dilampirkan sesuai bidang pilihan, seperti sertifikat Pelatihan Pendidikan Inklusif Tingkat Mahir atau sertifikat fasilitator PKG BK. Surat tugas dari pimpinan sekolah dapat menjadi alternatif bukti kelulusan pelatihan inklusif.

Dokumen tambahan mencakup sertifikat bahasa Inggris resmi, surat pernyataan kesanggupan, surat rekomendasi dan izin atasan, esai sesuai format, serta surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari rumah sakit atau puskesmas.

Alur Pendaftaran dan Tahapan Seleksi

Proses pendaftaran dimulai dengan memahami syarat dan menyiapkan berkas. Calon peserta kemudian melakukan pendaftaran, melengkapi profil, serta mengunggah dokumen pada sistem sebelum menunggu verifikasi.

Tahapan seleksi terbagi menjadi tiga bagian utama. Seleksi Administrasi meneliti kelengkapan berkas, kesesuaian identitas, validitas dokumen, dan pemenuhan syarat program.

Tahap kedua berupa Seleksi Tertulis secara daring untuk mengukur pengetahuan dasar serta kompetensi bidang pilihan peserta.

Tahap akhir adalah Seleksi Wawancara bagi peserta yang lolos tahap sebelumnya. Wawancara bertujuan menilai komitmen, kemampuan komunikasi, refleksi diri, pengalaman kerja, serta kesiapan menerapkan hasil pelatihan di sekolah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author