Kemendikdasmen Bakal Bangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah bersiap mendirikan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Fasilitas baru ini dirancang untuk menjadi percontohan bagi lembaga pendidikan di sekitarnya.
Seperti dilansir dari Detikcom, terdapat tiga aspek utama yang akan diubah dalam proyek SNT tersebut. Aspek tersebut meliputi infrastruktur, sumber daya manusia, hingga metode pembelajaran.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Non Formal dan Informal (Dirjen PAUD Dikdas PNFI) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menilai sarana yang belum memadai menjadi alasan Indonesia masih jarang menjuarai kompetisi tingkat dunia. Oleh karena itu, SNT akan dilengkapi fasilitas modern berstandar internasional.
"Memiliki sumber daya guru juga yang memiliki kompetensi internasional dan juga memiliki proses pembelajaran keberanjutan," ujar Gogot dalam RDP bersama Komisi X dan sejumlah kementerian lain yang disiarkan YouTube TVR Parlemen, Selasa (23/6/2026).
Konsep SNT menerapkan model pembelajaran berkesinambungan dari jenjang SMP hingga SMA menggunakan kurikulum nasional plus. Melalui sistem ini, potensi para siswa unggulan akan dipantau secara berkala agar bakat mereka tersalurkan optimal.
"Kurikulumnya nasional, diperkaya dengan kompetensi global dan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics)," kata Gogot.
Seluruh ekosistem di dalam sekolah ini nantinya berada di bawah kendali seorang direktur. Gogot menambahkan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan SNT di setiap kecamatan pada masa mendatang.
Berdasarkan informasi dari situs resmi Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikdasmen, proyek ini dijalankan melalui dua skema utama. Skema tersebut meliputi pendirian sekolah baru dan peningkatan mutu sekolah yang telah beroperasi.
Pembangunan unit baru dilakukan lewat kemitraan antara pemerintah pusat dan sektor swasta. Proyek ini membutuhkan area lahan seluas 20-30 hektare demi menampung seluruh fasilitas penunjang modern.
Sementara itu, peningkatan mutu sekolah lama akan menerapkan metode konsolidasi pada sekolah negeri berprestasi di satu kecamatan. Proyek ini juga mencakup pembangunan unit tambahan di sekitar kawasan sekolah induk.
Target Konstruksi 100 Unit SNT
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa pengerjaan fisik sekolah terintegrasi ini sudah berjalan di 15 lokasi awal.
"Tahun ini nanti akan kami mulai Insyaallah 5 itu kami buka di balai-balai yang dimiliki oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kemudian ada 1 yang di IKN dan kemudian 9 yang nanti kita bangun baru di daerah yang sudah diseleksi," kata Mu'ti, Kamis (11/6/2026).
Secara keseluruhan, pemerintah membidik pembangunan 100 SNT pada tahun ini. Hingga kini, terdapat 36 lokasi yang dinyatakan sudah lolos tahap seleksi.
"Kami tadi menyampaikan kepada Bapak Presiden sesuai arahan Beliau untuk penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi, yang ini merupakan sekolah unggul yang tidak berasrama yang tahun ini direncanakan kita akan bangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi. Sudah ada usulan-usulan sekolah yang masuk dari 36 yang sudah kami seleksi," ujarnya.