Kemenbud Dorong Batik Derawan Maratua dan Tari Dalling Jadi Identitas Kaltim

Share

Kementerian Kebudayaan mendorong pengembangan Batik Derawan-Maratua serta revitalisasi Tari Dalling guna memperkuat identitas wisata budaya Kalimantan Timur. Dilansir dari Detik Travel, komitmen ini ditegaskan Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta, dalam acara peluncuran program di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Kawasan Kepulauan Derawan dan Maratua dinilai memiliki potensi besar yang tidak hanya bertumpu pada keindahan alam bawah laut. Kebudayaan masyarakat pesisir, khususnya kerajinan batik dengan motif khas, menjadi kekuatan penting dalam pembangunan daerah berbasis budaya.

Pemerintah berkomitmen menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

"Ketika ombak diterjemahkan menjadi motif batik, penyu menjadi simbol kehidupan, dan alam diwujudkan dalam tarian, sesungguhnya masyarakat sedang memindahkan ingatan alam menjadi ingatan budaya," kata Sekjen Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta.

Upaya pelestarian kebudayaan dinilai perlu berkembang menjadi penggerak ekonomi serta sumber inovasi bagi masyarakat lokal.

"Budaya yang kuat bukan budaya yang hanya disimpan, tetapi budaya yang terus hidup, dipelajari, digunakan, dan menginspirasi," ujar Bambang Wibawarta.

Ikatan Pencinta Batik Nusantara (IPBN) merancang delapan motif Batik Derawan-Maratua yang bersumber dari kekayaan alam Kabupaten Berau. Seluruh motif tersebut telah terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) guna menjamin perlindungan hukum dan meningkatkan nilai ekonomi karya tersebut.

Tiga motif utama yang mulai diperkenalkan meliputi Bokko' Lumangi yang terinspirasi dari penyu Derawan, Buung Embal Naban yang mengambil bentuk ubur-ubur Danau Kakaban, serta Goyak yang menggambarkan dinamika ombak laut tropis.

Selain kerajinan batik, IPBN merevitalisasi Tari Dalling khas Suku Bajau melalui penyempurnaan koreografi, musik, tata busana, dan promosi digital. Salah satu langkah yang disiapkan yakni kampanye tari Dalling melalui platform TikTok untuk menjangkau generasi muda.

Kombinasi keunggulan alam dan atraksi budaya masyarakat lokal dinilai menjadi modal kuat yang membedakan destinasi wisata tersebut dari daerah lain.

"Derawan memiliki modal luar biasa. Alamnya kelas dunia, ditambah budaya masyarakat Bajau, tarian tradisional, dan kini motif batik khas yang menjadi identitas baru. Kombinasi ini menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki banyak destinasi wisata lain," ungkap Dewan Pembina IPBN, Sapta Nirwandar.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author