Kemenag Rilis Jadwal Salat Makassar dan Bandung 13 Juli 2026
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan jadwal salat, imsak, dan waktu berbuka puasa terbaru untuk wilayah Kota Makassar dan Kota Bandung pada Senin, 13 Juli 2026. Panduan berkala tersebut diterbitkan oleh otoritas berwenang guna membantu umat Muslim di kedua kota besar itu agar dapat beribadah tepat waktu.
Berdasarkan data geografis dan perhitungan astronomis resmi pemerintah, waktu ibadah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dipastikan menggunakan zona Waktu Indonesia Tengah (WITA). Sementara itu, umat Muslim di Kota Bandung, Jawa Barat, menjalankan ibadah harian mereka dengan mengacu pada zona Waktu Indonesia Barat (WIB).
| Waktu | Jadwal |
|---|---|
| Imsak | 04.42 Wita |
| Subuh | 04.52 Wita |
| Zuhur | 12.12 Wita |
| Asar | 15.33 Wita |
| Magrib | 18.07 Wita |
| Isya | 19.20 Wita |
| Waktu | Jadwal |
|---|---|
| Imsak | 04.33 WIB |
| Subuh | 04.43 WIB |
| Zuhur | 11.59 WIB |
| Asar | 15.20 WIB |
| Magrib | 17.55 WIB |
| Isya | 19.05 WIB |
Selain wilayah tersebut, Kemenag RI juga merilis jadwal ibadah harian untuk beberapa daerah lain pada periode Juli 2026. Dilansir dari laman resmi Bimas Islam via detik.com, waktu ibadah Kota Cirebon pada Minggu, 12 Juli 2026, meliputi Imsak pukul 04:28 WIB, Subuh pukul 04:38 WIB, Dhuha pukul 06:24 WIB, Zuhur pukul 11:55 WIB, Maghrib pukul 17:47 WIB, dan Isya pukul 19:01 WIB.
Sementara itu, metrotvnews.com melaporkan waktu ibadah untuk wilayah DKI Jakarta pada Minggu, 12 Juli 2026, menunjukkan Imsak jatuh pada 04.34 WIB, Subuh 04.44 WIB, Zuhur 12.02 WIB, Asar 15.23 WIB, Magrib 17.55 WIB, dan Isya 19.09 WIB. Untuk wilayah Jawa Timur, publika.id mengabarkan jadwal salat Kota Surabaya pada Kamis, 9 Juli 2026, menetapkan waktu Imsak pukul 04.12 WIB, Subuh 04.22 WIB, Zuhur 11.38 WIB, Asar 14.58 WIB, Magrib 17.29 WIB, dan Isya 18.43 WIB.
Otoritas keagamaan mengimbau masyarakat di daerah penyangga sekitar kota-kota besar tersebut, seperti Bekasi, Depok, Tangerang, Bogor, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Bangkalan untuk tetap melakukan penyesuaian waktu lokal selama beberapa menit sesuai dengan posisi geografis wilayah masing-masing.
Pentingnya menjaga kedisiplinan beribadah secara tepat waktu diulas dalam literatur keagamaan untuk memberikan motivasi spiritual mengenai keutamaan salat.
"Orang-orang yang memelihara salat mereka. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. (Yaitu) orang-orang yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya." tulis Muh. Riziq, Penulis Buku Sulitkah Shalat Subuh Tepat Waktu.
Literatur keagamaan tersebut juga menguraikan aspek psikologis serta keutamaan spiritual lainnya bagi umat Islam yang melaksanakan ritual wajib ini.
"Sungguh, beruntunglah orang-orang mukmin. (Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya," tambah Muh. Riziq, Penulis Buku Sulitkah Shalat Subuh Tepat Waktu.
Dalam narasi sejarah Islam, ketepatan waktu mendirikan ibadah harian ini dikategorikan langsung oleh figur otoritas tertinggi agama sebagai amalan paling utama ketika Abdullah bin Mas'ud mempertanyakan hal tersebut.
"Shalat pada waktunya" sabda Rasulullah SAW, Nabi Muhammad.
Sebagai catatan tambahan, terdapat pula peringatan keras yang dilaporkan pernah disampaikan kepada seluruh umat mengenai dampak jangka panjang bagi individu yang melalaikan waktu ibadah mereka.
"Siapa saja yang menjaga sholat maka dia akan mendapatkan cahaya, petunjuk dan keselamatan pada hari kiamat. Sedangkan, siapa saja yang tidak menjaga sholat, dia tidak akan mendapatkan cahaya, petunjuk dan keselamatan. Dan pada hari kiamat nanti, dia akan dikumpulkan bersama dengan Qarun, Firaun, Haman, dan Ubay bin Khalaf." ujar Rasulullah SAW dalam Hadist Riwayat Ahmad dari Abdullah bin Umar.
Melalui saluran informasi terpisah, landasan hukum teologis yang mendasari pelaksanaan kewajiban ibadah ini juga merujuk langsung pada ketentuan Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 43.
"Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukuklah bersama orang-orang yang ruku." kutip Kemenag RI, Dirjen Bimas Islam.