Kemenag dan PBNU Tetapkan Maulid Nabi 2026 Jatuh 25 Agustus
Pemerintah menetapkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026. Penetapan ini bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 H dan resmi menjadi hari libur nasional sesuai keputusan tiga menteri.
Awal bulan Rabiul Awal 1448 H dimulai pada Jumat, 14 Agustus 2026. Penetapan tanggal resmi tersebut merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia terbitan Kementerian Agama serta Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PANRB Nomor 5 Tahun 2025.
Guna memastikan masuknya awal bulan, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menginstruksikan pelaksanaan rukyatul hilal di seluruh Indonesia pada Kamis, 13 Agustus 2026. Hasil hisab menunjukkan posisi hilal telah memenuhi kriteria imkanurrukyah dengan ketinggian mencapai 7 derajat 29 menit 54 detik di Jakarta.
"Lembaga Falakiyah PBNU menginstruksikan kepada para perukyah Nahdlatul Ulama se-Indonesia untuk melaksanakan rukyatul hilal awal Rabi’ul Awal 1448 H pada hari Kamis Pahing, 29 Shafar 1448 H/13 Agustus 2026 M," bunyi instruksi tertulis KH Sirril Wafa, Ketua LF PBNU, dan H Asmui Mansur, Sekretaris LF PBNU.
Pengamatan hilal juga didukung oleh data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang mencatat ketinggian hilal di Indonesia berkisar antara 6,43 derajat di Jayapura hingga 7,8 derajat di Tua Pejat, Sumatra Barat, dengan umur bulan mencapai 15 hingga 18 jam saat terbenam matahari.
"Mohon juga untuk dilaporkan melalui WhatsApp Group LFNU se-Indonesia," lanjut KH Sirril Wafa dan H Asmui Mansur.
Momentum bulan kelahiran Rasulullah SAW ini dinilai oleh para ulama sebagai sarana meneladani akhlak dan sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW. Imam Jalaluddin as-Suyuthi menegaskan peringatan Maulid menjadi wadah berkumpul, bersedekah, dan memperbanyak ibadah sebagai wujud syukur.
Selain menggelar peringatan Maulid, umat Islam dianjurkan mengisi bulan Rabiul Awal dengan berbagai amalan sunah, seperti berpuasa pada hari Senin dan puasa Ayyamul Bidh pada 26–28 Agustus 2026, memperbanyak bacaan selawat, serta memperluas sedekah kepada sesama.
Pengajar program Hikmah Subuh RRI Banjarmasin turut menyampaikan pandangannya mengenai keutamaan amalan pembuka di bulan kelahiran Nabi.
"Adapun di luar salat itu sangat dianjurkan atau sunnah muakkad. Bahkan Nabi memberikan sindiran kepada umatnya, bakhil, orang yang ketika mendengar namaku disebut dia tidak mengucapkan selawat kepadaku," kata Ustaz Muhammad Abrar A. Noer, Narasumber Hikmah Subuh Pro 4 RRI Banjarmasin.
Ia menambahkan bahwa menjalankan puasa sunah dan menyebarkan kebaikan sosial menjadi wujud nyata kegembiraan umat Islam atas kelahiran Rasulullah SAW.
"Rasa bersyukur kita dengan juga kita berpuasa. Puasa sunnah namanya. Ada Senin-Kamis itu puasa mingguan, ada juga puasa ayyamul bidh," ucap Ustaz Muhammad Abrar A. Noer.
Rangkaian bulan Rabiul Awal 1448 H diproyeksikan akan berlangsung hingga Sabtu, 12 September 2026, dengan tanggal 25 Agustus 2026 berlaku sebagai hari libur nasional resmi tanpa potongan cuti bersama.