Kemdiktisaintek Usulkan SMA Unggul Garuda Masuk UU Sisdiknas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengusulkan integrasi SMA Unggul Garuda ke dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Langkah ini bertujuan menjamin keberlangsungan program agar tidak bergantung pada siklus pemerintahan lima tahunan, seperti dilansir dari Detikcom pada Selasa (23/6/2026).
"Kami memandang bahwa SMA Unggul Garuda perlu ditempatkan sebagai program strategis nasional di bidang pendidikan yang memiliki hubungan erat dengan pengembangan talenta unggul khususnya di bidang sains dan teknologi ini," kata Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Najib dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI. Ia menekankan perlunya landasan hukum yang kuat untuk menjaga stabilitas program pendidikan ini ke depan.
"Sebagai Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Bapak Presiden, SMA Unggul Garuda perlu memiliki dasar pengaturan yang kuat dalam Sistem Pendidikan Nasional agar program ini dapat berkelanjutan dan tidak bergantung pada siklus pemerintahan 5 tahunan," ujar Ahmad Najib.
Terkait perkembangan infrastruktur, Ahmad Najib melaporkan bahwa pembangunan sekolah di berbagai daerah telah mencapai progres signifikan. Seluruh fasilitas tersebut direncanakan mulai digunakan untuk kegiatan pembelajaran pada 20 Juli 2026.
"Di Bangka Belitung hingga 21 Juni kemarin, pembangunannya sudah 51% (dengan) deviasi 0,05%. Kemudian di NTT 65,25%. Di Sultra ini berdasarkan hingga 17 Juni 60%. Jadi kemungkinan kalau umpamanya kita hitung sampai sekarang sekitar 65 atau 70% pembangunannya," urai Ahmad Najib.
Pemerintah memantau intensif proses konstruksi dan kesiapan fasilitas pendukung gedung setiap hari. Ahmad Najib memastikan beberapa lokasi sudah memiliki utilitas dasar seperti listrik dan air.
"Kemudian di Kalimantan Utara ini juga sampai 17 Juni (sebesar) 29,26%. Kami memantau perkembangannya setiap hari terkait dengan konstruksi dan juga kesiapan penggunaan gedung untuk pembelajaran tahun ini," lanjut Ahmad Najib.
Beberapa sekolah kini telah menyelesaikan ruang guru, ruang kepala sekolah, kantin, serta ruang pembelajaran. Fasilitas internal seperti plafon dan keramik pun dilaporkan sudah terpasang di sejumlah lokasi.