Kemdiktisaintek Fasilitasi Bantuan Internet Gratis untuk Ribuan PTS
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyediakan fasilitas program bantuan internet gratis bagi perguruan tinggi swasta (PTS). Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi memperluas sekaligus memperkokoh ekosistem digital lingkungan PTS di Indonesia, seperti dikutip dari Detikcom.
Penyediaan jaringan internet gratis tersebut terwujud lewat kemitraan antara Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) bersama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE). Inisiasi ini ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman yang disaksikan langsung oleh Mendiktisaintek, Brian Yuliarto.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menilai bahwa percepatan transformasi digital pada lingkup PTS kini krusial dilakukan. Terutama dalam memperkuat sistem pelayanan kampus digital hingga mematangkan platform pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI).
"Transformasi digital merupakan fondasi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, memperluas akses, serta memperkuat relevansi perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan nasional," tuturnya dalam acara Penandatangan MoU antara APTISI dan PT Surge, di Gedung D Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026).
Wakil Ketua APTISI, Paristiyanti Nurwadani memaparkan bahwa saat ini tercatat ada 4.095 PTS yang bernaung di bawah ekosistem jaringan APTISI. Program bantuan internet cuma-cuma ini ditargetkan menyasar seluruh perguruan tinggi tersebut melalui beberapa tahapan pelaksanaan.
"Maka sekarang kita itu menjadi one single database. Baik itu untuk pembelajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, penjaminan mutu internal/eksternal, pelatihan kepemimpinan, dan juga kegiatan good governed university," jelas Paristiyanti.
Sinergi ini memberikan kemudahan bagi para dosen maupun mahasiswa untuk mengakses modul serta layanan pembelajaran lintas kampus swasta. Berbagai materi akademis tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai referensi mengajar oleh para dosen di PTS lain.
"Udah nggak usah pakai izin, karena sudah diizinkan semuanya oleh APTISI dan difasilitasi PT SURGE," imbuhnya.
Infrastruktur teknologi untuk program bantuan ini mengandalkan jaringan dari Internet Rakyat (IRA). Direktur PT SURGE, Andi L Bharata menegaskan kembali bahwa proses penyaluran bantuan internet dijalankan secara bertahap kepada pihak kampus.
Sepanjang tahun 2026, tercatat baru sebanyak 1.334 PTS yang dijadwalkan menerima fasilitas ini dengan target perampungan pada Oktober mendatang. Layanan internet yang dialokasikan memiliki spesifikasi kecepatan tinggi tanpa dikenakan batasan fair usage policy (FUP).
"Untuk menunjang pembelajaran di perguruan tinggi. Adanya internet yang stabil diharapkan kesetaraan pembelajaran bisa terjadi," katanya.