Kematian Pekerja Gudang Coupang Dikaitkan dengan Kelelahan Kerja Malam
Seorang pekerja gudang berusia 27 tahun di Coupang, perusahaan ritel daring terbesar Korea Selatan, meninggal akibat serangan jantung yang diduga berkaitan dengan kelelahan kerja malam, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Jang Deok-jun bekerja selama lebih dari setahun pada shift malam mengoperasikan kendaraan pemindah palet di gudang Coupang. Dalam periode tersebut, berat badannya turun 15 kilogram dan ia sering mengeluhkan kelelahan berat.
Meski sempat diminta berhenti oleh ibunya, Jang menolak karena khawatir beban kerja rekan kerjanya akan meningkat jika ia berhenti. Seminggu setelah permintaan itu, ia ditemukan tidak sadarkan diri dan meninggal di rumah sakit.
Kematian Jang dikonfirmasi akibat serangan jantung, dan lembaga asuransi pemerintah Comwel menyimpulkan kelelahan kerja menjadi faktor penyebabnya.
Park Mi-suk, ibu Jang, menyatakan penyesalan karena tidak menyadari kelelahan anaknya sejak awal dan berharap tidak ada orang tua lain yang mengalami hal serupa.
Kematian ini terjadi saat lonjakan pesanan pengiriman selama pandemi Covid-19, yang menambah beban kerja pekerja gudang dan kurir pengiriman di Korea Selatan.
Comwel mencatat dari 2020 hingga Mei 2026 terdapat 46 pekerja di sektor pengiriman yang meninggal karena stroke atau penyakit jantung terkait pekerjaan, termasuk Jang. Namun, rincian yang bekerja shift malam tidak diungkap secara pasti.
Kang Mo-yeol, profesor kedokteran okupasi di Catholic University of Korea, menyatakan, "bukti ilmiah juga terus menunjukkan bahwa kerja malam meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, hingga gangguan kesehatan mental."
Berbeda dengan Inggris yang membatasi jam kerja malam, Korea Selatan belum memiliki aturan khusus pembatasan jam kerja malam.
Kim, seorang kurir Coupang yang bekerja malam hari, mengatakan ia memilih shift malam untuk penghasilan yang lebih besar, meski menyadari dampak kesehatan jangka panjang. Ia bekerja dari pukul 21.00 hingga 07.00 selama lima sampai enam hari dalam seminggu dengan tekanan kerja tinggi.
Park Mi-suk mengkritik bahwa pekerja seperti anaknya semakin tak terlihat di tengah permintaan layanan pengiriman cepat yang tinggi dan sulit meminta pertanggungjawaban perusahaan.
Park berhasil mendapatkan data jam kerja dan rekaman CCTV yang menunjukkan Jang memenuhi ambang batas jam kerja berlebihan sesuai hukum Korea Selatan, yaitu rata-rata 60 jam per minggu selama 12 minggu berturut-turut atau 64 jam per minggu selama empat minggu terakhir sebelum meninggal.
Dalam perhitungan beban kerja, setiap jam shift malam dihitung 30 persen lebih berat karena risiko kesehatan yang lebih besar, menurut Comwel.
Kasus lain juga muncul, seperti kematian Oh Seung-yong, kurir berusia 34 tahun yang meninggal akibat kecelakaan saat mengantar paket. Comwel menyatakan kematiannya sebagai kematian terkait pekerjaan.
Kakak perempuan Oh mengungkapkan Oh bekerja enam hari seminggu lebih dari 11 jam tiap hari, sebagian besar malam hari, dan tetap bekerja meski ayah mereka meninggal.
Coupang menyatakan membatasi jam kerja karyawan hingga kurang dari 52 jam per minggu dan memberikan libur akhir pekan setiap dua minggu. Namun, serikat pekerja menilai aturan ini tidak diterapkan oleh perusahaan mitra tempat Oh bekerja.
CEO Coupang, Harold Rogers, dipanggil parlemen Korea Selatan pada Desember 2025 untuk menjelaskan kematian Jang dan Oh serta kebocoran data besar yang menimpa perusahaan dengan 37,5 juta pengguna.
Park Mi-suk meminta pertanggungjawaban langsung dari Ketua Coupang, Bom Kim, sementara kakak Oh menuntut permintaan maaf dari Rogers. Rogers menyatakan penyesalan dan belasungkawa, tapi memilih bungkam saat didesak lebih lanjut.
Pemerintah Korea Selatan telah menetapkan batas jam kerja maksimal 52 jam per minggu dan mengesahkan undang-undang pidana bagi eksekutif perusahaan yang lalai menyebabkan kematian pekerja.
Namun, upaya pelonggaran aturan untuk memperluas layanan pengiriman malam mendapat penolakan dari serikat pekerja dan aktivis yang menilai masalah ada pada sistem industri pengiriman cepat yang bergantung pada beban kerja berlebihan.
Park yang masih menyimpan barang peninggalan Jang di apartemennya berharap masyarakat tidak menutup mata terhadap pengorbanan pekerja demi kenyamanan layanan pengiriman cepat.