Keluarga Temukan Kejanggalan Kematian Sutrimo di Banyumas

Share

Keluarga Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, menemukan sejumlah kejanggalan terkait kematian almarhum. Sutrimo diketahui masih aktif berkirim pesan singkat beberapa jam sebelum ditemukan tewas, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Selasa (11/8/2026). Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengungkapkan keberadaan komunikasi terakhir tersebut.

Ia menjelaskan bahwa almarhum sempat menghubungi pihak keluarga, yakni adiknya, menjelang kabar duka tersebut diterima. "Terakhir (komunikasi) itu dari tanggal 19 sampai dengan 23 Juli. Dia terakhir jam 03.18 itu ngirim foto makanan," kata Aan, Kuasa Hukum Keluarga Sutrimo.

Aan menerangkan bahwa foto yang dikirimkan oleh Sutrimo memperlihatkan hidangan berupa ayam goreng lengkap dengan lalapan yang menyerupai menu ayam goreng Lamongan. Komunikasi tertulis tersebut tidak berhenti pada pengiriman foto makanan saja.

"Jam 04.00 dia juga ngirim foto dia lagi duduk di seberang rumah utamanya Pak Febrie," ujar Aan, Kuasa Hukum Keluarga Sutrimo. Foto kedua yang dikirimkan sekitar pukul 04.00 WIB memperlihatkan posisi Sutrimo yang sedang duduk di seberang rumah utama milik mantan Jampidsus Febrie Adriansyah sebelum akhirnya dikabarkan meninggal dunia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author