Kekeringan Sungai Danube Ungkap Kapal Perang Nazi dan Fosil Mammoth

Share

Surutnya permukaan air Sungai Danube akibat kekeringan ekstrem menyingkap puluhan bangkai kapal perang Jerman era Perang Dunia II di Prahovo, Serbia, serta fosil mammoth berbulu di Ruse, Bulgaria, pada Kamis (6/8/2026).

Penyusutan debit air hingga level terendah pada sungai terpanjang kedua di Eropa tersebut mengganggu aktivitas pelayaran serta mengancam operasional pembangkit listrik di sejumlah negara Eropa Tengah dan Timur, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Di dekat Pelabuhan Prahovo, sedikitnya 20 bangkai kapal perang milik armada Laut Hitam Jerman Nazi yang sengaja ditenggelamkan pada September 1944 mulai terlihat jelas. Upaya evakuasi oleh Pemerintah Serbia dan Uni Eropa masih terkendala karena sebagian kapal masih menyimpan bahan peledak.

Kondisi tersebut menarik perhatian warga sekitar yang penasaran untuk melihat langsung peninggalan bersejarah tersebut meski aksesnya terbatas.

"Orang-orang masih belum tahu bagaimana cara mencapai kapal-kapal itu," kata warga Prahovo, Ivica Gavrilovic.

Penyusutan air sungai ini juga berdampak signifikan pada kelancaran transportasi air dan aktivitas perdagangan di sepanjang lintasan sungai.

"Seperti yang bisa Anda lihat, kapal-kapal besar sudah tidak bisa melintas lagi," ungkap warga Prahovo lainnya, Krsta Brandic.

Selain bangkai kapal perang, penyusutan air Sungai Danube di dekat Kota Ruse, Bulgaria, tersingkap fragmen tulang rahang, gading, tulang belikat, dan tulang paha dari mammoth berbulu yang hidup pada zaman es.

"Warna tulangnya yang gelap kemungkinan menunjukkan bahwa hewan itu menghabiskan banyak waktu di lingkungan berawa," jelas Direktur Museum Sejarah Regional, Nikolay Nenov.

Temuan fosil yang terawat dan terkumpul di satu lokasi tersebut diperkirakan berasal dari satu individu mammoth yang sama sebelum spesies tersebut punah sekitar 4.000 tahun lalu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author