Keir Starmer Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris

Share

Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer dipaksa mengundurkan diri dari jabatannya oleh internal Partai Buruh menyusul kemerosotan popularitas dan hasil buruk dalam pemilu lokal, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Juni 2026.

Tekanan terhadap Starmer meningkat setelah Partai Buruh kehilangan banyak kursi di Inggris, Skotlandia, dan Wales pada pemilu bulan Mei. Masalah ekonomi, skandal internal, serta memburuknya hubungan diplomatik menjadi faktor utama kejatuhan kepemimpinannya.

"Saya akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh," ujar Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris.

Starmer menetapkan jadwal pengunduran diri guna memastikan pemerintahan baru terbentuk sebelum parlemen bersidang kembali pada September. Sebelum mengumumkan keputusan tersebut, ia menilai kondisi internal partai yang dipimpinnya sangat terpuruk.

"bangkrut secara politik, finansial, dan moral" ujar Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris.

Pada pemilu 2024, masyarakat memilih Partai Buruh karena kelelahan terhadap 14 tahun pemerintahan Partai Konservatif. Saat memenangkan pemilu, Starmer sempat berjanji untuk menyudahi segala bentuk ketidakstabilan.

"kekacauan" ujar Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris.

Ia juga sempat menegaskan komitmennya untuk membawa restrukturisasi menyeluruh bagi negaranya.

"pembaruan nasional" ujar Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris.

Pemerintahan Starmer menghadapi berbagai persoalan mulai dari inflasi biaya hidup, pembatalan janji investasi hijau, hingga isu penanganan migran ilegal di Selat Inggris. Selain itu, guncangan energi akibat konflik Timur Tengah membuat Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Inggris hanya berada di angka 1% untuk tahun 2026.

Situasi semakin parah setelah nama Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat, Lord Peter Mandelson, terseret dalam berkas kasus Jeffrey Epstein pada Januari, yang berujung pada pemecatannya oleh Starmer pada September.

"hubungan khusus" ujar laporan Detikcom.

Hubungan bilateral tersebut kian meredup setelah Starmer awalnya menolak terlibat dalam konflik dengan Iran sebelum akhirnya mengizinkan pangkalan militer Inggris digunakan oleh pasukan Amerika Serikat untuk melancarkan serangan.

"defensif" ujar laporan Detikcom.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan telah memprediksi kejatuhan Starmer melalui unggahan di media sosial pada hari Minggu.

"akan mengundurkan diri sebagai perdana menteri" ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump mengkritik tajam performa kebijakan imigrasi dan energi yang dijalankan oleh kepemimpinan Starmer.

"gagal total" ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Kendati demikian, Trump tetap menyampaikan pesan penutup dalam pernyataannya di media sosial tersebut.

"Saya mendoakan yang terbaik untuknya!" ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author