Keiko Fujimori Menangkan Pemilihan Presiden Peru Terbaru
Keiko Fujimori resmi diumumkan sebagai Presiden terpilih Peru yang baru setelah menyelesaikan penghitungan suara akhir oleh Kantor Proses Pemilu Nasional Peru pada Minggu, 5 Juli 2026. Putri dari mantan Presiden Alberto Fujimori ini berhasil mengalahkan kandidat sayap kiri, Roberto Sanchez, dalam persaingan yang sangat ketat. Dilansir dari Detikcom, hasil penghitungan akhir menunjukkan partai Kekuatan Populer yang mengusung Fujimori unggul tipis dengan selisih hanya 49.641 dari sekitar 18 juta total suara.
Fujimori memperoleh 50,13 persen suara sah, sedangkan Sanchez dari partai Bersama untuk Peru mengantongi 49,86 persen suara. Kemenangan ini membawa Fujimori menjadi presiden kesembilan Peru dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Pemimpin berusia 51 tahun tersebut dijadwalkan akan dilantik pada 28 Juli 2026 untuk masa jabatan selama lima tahun ke depan.
Dalam menjalankan pemerintahannya, Fujimori akan didampingi oleh Luis Fernando Galarreta sebagai Wakil Presiden pertama dan Miguel Angel Torres Morales sebagai Wakil Presiden kedua. Pemerintahan baru ini langsung dihadapkan pada tantangan besar berupa polarisasi warga dan Kongres yang terpecah.
Kondisi politik Peru sebelumnya mengalami ketidakstabilan berkepanjangan yang kerap dikaitkan dengan masa kepemimpinan ayah Keiko, Alberto Fujimori. Warisan politik sang ayah tetap memicu perpecahan mendalam di negara tersebut, terutama setelah adanya pengampunan kontroversial pada tahun 2023. Selain ketegangan politik di legislatif, presiden baru juga harus mengatasi kesenjangan ekonomi yang lebar antara ibu kota Lima dan wilayah pedesaan. Wilayah pedesaan yang menjadi basis pendukung Sanchez sebelumnya sempat dilanda protes besar dan bentrokan yang menewaskan lebih dari 60 orang pasca-pencopotan mantan Presiden Castillo.