Keiko Fujimori Janjikan Penanganan Kejahatan Berat di Peru

Share

Politikus berhaluan konservatif Keiko Fujimori berjanji memberantas aksi kejahatan terorganisasi dengan pendekatan tegas setelah memenangi pemilihan presiden di Lima, Peru. Langkah tersebut diambil guna menanggulangi maraknya kasus pemerasan dan pembunuhan yang menyasar warga sipil.

Kemenangan Fujimori dipastikan setelah ia mengungguli rivalnya dari kubu sayap kiri, Roberto Sanchez, dengan selisih 49.641 suara pada putaran kedua. Hasil ini mengantarkan putri mantan Presiden Alberto Fujimori tersebut memimpin Peru sebagai presiden terpilih hasil pemilu langsung.

Sebagai bagian dari langkah pengamanan, Fujimori berencana mengadopsi sistem penjara berkeamanan tinggi layaknya Pusat Penahanan Terorisme di El Salvador. Ia juga berencana menerapkan kembali sistem hakim tanpa identitas untuk melindungi aparat penegak hukum dari ancaman kelompok kriminal.

Di bidang ekonomi, Fujimori mengumumkan rencana kenaikan upah minimum nasional sebesar 15 persen serta penataan ulang program sosial guna mengatasi malnutrisi di kawasan perdesaan.

"Dia akan menjadi replika ayahnya," kata seorang pensiunan, Cesar Fuentes.

Sejumlah penentang khawatir kebijakan keras Fujimori dapat mengikis kebebasan sipil, mengingat rekam jejak pemerintahan ayahnya di dekade 1990-an. Selain itu, kelompok oposisi mendesak evaluasi terhadap regulasi penanganan kejahatan serta penyelidikan atas tewasnya puluhan demonstran pada periode 2022–2023.

"Selama keadaan darurat, angkatan bersenjata akan mengambil alih sementara kepemimpinan dalam operasi keamanan," ujar Presiden Peru Keiko Fujimori.

Di sisi lain, dukungan politik Fujimori diperkuat oleh koalisi partainya, Kekuatan Rakyat, bersama Pembaruan Rakyat yang menguasai separuh dari 60 kursi Senat Peru. Komposisi ini memberi stabilitas politik tambahan bagi pemerintahannya di tengah proyeksi pertumbuhan ekonomi Peru sebesar 3,4 persen pada 2026.

"Tujuan saya bukan hanya menjalankan pemerintahan," kata Keiko Fujimori.

Ia menegaskan komitmennya untuk mengatasi masalah ketimpangan di negara tersebut.

"Tujuan utama saya adalah memperkecil kesenjangan sosial yang sangat besar dan berdampak pada jutaan warga Peru," ujar Keiko Fujimori.

Pemerintahan baru Peru kini bersiap menghadapi potensi bencana alam fenomena El Nino yang berisiko memicu banjir di wilayah pesisir.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author