Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang Paksa Ratusan Warga Mengungsi
Sebanyak 231 jiwa terpaksa mengungsi akibat kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, yang belum padam hingga Minggu (5/7/2026) setelah berkobar selama enam hari.
Bencana ini mendorong Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan status tanggap darurat sejak 1 Juli hingga 14 Juli 2026 akibat titik api yang terus meluas, seperti dilansir dari Detikcom. Skala kebakaran tersebut dilaporkan telah menghanguskan sekitar 15 hektar lahan dari total luas area TPA yang mencapai 33 hektar.
Pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan bahwa ratusan warga kini ditempatkan di fasilitas desa setempat demi keselamatan kesehatan mereka.
"232 jiwa mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar untuk menghindari dampak buruk asap pekat kebakaran," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, kepada wartawan, Minggu (5/7/2026).
Petugas gabungan saat ini terus mengupayakan pemadaman di area-area yang masih memancarkan titik api melalui berbagai jalur eksekusi.
"Upaya pemadaman melalui jalur darat maupun jalur udara masih dilakukan untuk 60% daerah terbakar yang masih belum padam meski sudah bisa dikendalikan," tutur Abdul Muhari.
Kondisi di lapangan juga ditinjau langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Faisal Malik Hendropriyono, pada Sabtu (4/7) siang. Dalam peninjauan tersebut, perkembangan pemetaan area terdampak dipaparkan secara mendetail oleh pihak penegak hukum kementerian.
"Mohon izin, Pak Wamen, saya jelaskan kondisi terakhir terkait objek pemantauan, yaitu TPA Jatiwaringin, lokasinya di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Luas TPA ini kurang lebih 33 hektare," ujar Deputi Gakkum KLH, Rizal Irawan, di lokasi, Sabtu (4/7/2026).
Luasan kebakaran dikonfirmasi terus bertambah secara signifikan berdasarkan hasil pencatatan dan pemantauan vegetasi terakhir.
"Dari luas 33 hektare, sampai tadi malam luas yang terbakar diperkirakan sudah menjadi 15 hektare, per 3 Juli malam. Sekarang sudah menyebar menjadi 15 hektare," jelas Rizal Irawan.