Kebakaran Rumah di Banyu Urip Surabaya Tewaskan Nenek dan Cucu
Insiden kebakaran hebat melanda bangunan rumah di Jalan Banyu Urip Kidul Molin Gang 2B Nomor 50, Kelurahan Sawahan, Surabaya pada Senin (25/5/2026) malam. Peristiwa tragis ini mengakibatkan dua orang penghuni yang merupakan nenek dan cucu meninggal dunia akibat terjebak di dalam bangunan.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mengerahkan sebanyak 17 unit armada gabungan yang terdiri atas unit tempur dan tim rescue. Laporan kebakaran pertama kali diterima petugas pada pukul 22.58 WIB, dan unit pertama tiba di tempat kejadian perkara pada pukul 23.04 WIB.
Objek yang terbakar meliputi dua bangunan dengan luas area sekitar 8 x 12 meter (sumber lain menyebut 3 x 12 meter). Bangunan pertama merupakan rumah satu lantai untuk hunian dan bengkel sepeda listrik, sedangkan bangunan kedua memiliki dua lantai yang difungsikan sebagai toko sembako serta kos-kosan.
Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani menjelaskan bahwa petugas pemadam sempat terkendala oleh akses gang yang sempit dengan lebar hanya sekitar tiga meter. Hal ini membuat unit mobil besar tidak dapat mendekati titik kebakaran, sehingga jarak unit pertama ke lokasi berjarak sekitar 60 meter.
"Saat datang di lokasi, api sudah besar sekali. Bangunan yang satu lantai sudah roboh," kata Laksita Rini Sevriani kepada Radio Suara Surabaya.
Pihak pemadam menduga kuat bahwa kobaran api dipicu oleh hubungan arus pendek dari alat pengisian daya sepeda motor listrik yang berada di lantai satu. Selain menghanguskan struktur bangunan, kebakaran tersebut turut membakar empat unit sepeda motor yang berada di dalam bengkel.
"Diduga api berasal dari korsleting cas motor listrik. Baterai lithium yang meledak mempercepat api merembet ke objek lainnya. Api juga cepat merembet ke atas karena atapnya triplek," ujarnya menambahkan.
Dua korban meninggal dunia diidentifikasi bernama Suamah (72) selaku ibu pemilik rumah, dan Muhammad Azzam Rizki Pratama (14) selaku anak pemilik rumah. Keduanya ditemukan oleh petugas di lokasi terpisah di dalam kamar mandi setelah proses pemadaman selesai.
"Kedua korban ditemukan di dalam kamar mandi. Satu di kamar mandi lantai satu, satu di kamar mandi lantai dua. Diduga karena menghirup banyak asap," kata Laksita Rini.
Petugas di lapangan menyatakan api pokok berhasil dipadamkan pada pukul 23.39 WIB. Proses kemudian dilanjutkan dengan tahap pembasahan menyeluruh hingga situasi dinyatakan benar-benar kondusif pada Selasa (26/5/2026) dini hari pukul 02.10 WIB.
"Unit tempur Pos Grudo tiba di tempat kejadian kebakaran langsung melakukan pemadaman," ucap Rini saat dikonfirmasi oleh pihak kumparan.
Berdasarkan keterangan lanjutan, korban Suamah diduga terjebak di lantai bawah saat berusaha menyelamatkan cucunya yang berada di lantai atas. Namun, kobaran api yang telanjur membesar di bagian depan rumah memaksa sang nenek berlindung ke dalam kamar mandi hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.
"Bangunan 1 lantai digunakan rumah hunian dan bengkel sepeda motor listrik. Bangunan 2 lantai digunakan untuk toko sembako di lantai 1 dan di lantai 2 digunakan untuk kos-kosan," ucapnya menjelaskan detail fungsi bangunan.
Empat penghuni lainnya dilaporkan selamat dari amukan api namun mengalami luka-luka. Pemilik rumah, Dwi Priyo Aprianto, berhasil selamat, sementara istrinya, Meiga Dita Fisilia (39), mengalami luka robek di telapak tangan kanan. Seorang penghuni kos bernama Tiwuk Suryati (46) mengalami dislokasi pada kedua kakinya setelah melompat dari lantai dua.
"Penyebab diduga dari korsleting cas motor listrik. Empat unit sepeda motor turut terbakar di lantai 1," kata Rini.
Kondisi jalan yang sempit sempat menyulitkan manuver kendaraan besar, sehingga petugas harus membentangkan selang air yang cukup panjang. Meski demikian, pasokan air untuk armada pemadam dilaporkan lancar dan tidak mengalami hambatan berarti selama proses penjinakan api di lapangan.
"Akses gang sempit, unit besar tidak bisa masuk. Jarak unit pertama ke lokasi sekitar 60 meter," kata Rini menerangkan kendala taktis.
Setelah seluruh area dinyatakan aman dan kondusif, Tim Inafis Polrestabes Surabaya langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah kedua korban meninggal dunia kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju Kamar Jenazah Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya untuk penanganan lebih lanjut.
"Malam hari ini kami mendapat kabar pukul 22.30 WIB, teman-teman damkar langsung menuju ke lokasi dan melakukan pemadaman awal," kata Rini di lokasi kejadian seperti dilansir detikcom.
Hingga saat ini, area rumah yang terbakar telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan menyeluruh terkait penyebab pasti korsleting listrik tersebut. Pihak berwenang juga masih melakukan pendataan total kerugian materiil yang dialami oleh pemilik bangunan dan bengkel sepeda listrik.
"Dugaan awal itu dari korsleting listrik dari charger motor listrik. Karena berbahan baterai lithium, terjadi ledakan dan api menjalar cepat sekali," ujar mantan Kepala BPBD Linmas Surabaya tersebut.
Laksita Rini memastikan bahwa seluruh korban meninggal dan luka-luka yang berada di dalam bangunan utama masih memiliki hubungan keluarga dekat. Pihak dinas sosial dan kecamatan setempat juga telah tiba di lokasi guna memberikan bantuan darurat kepada para korban selamat yang kehilangan tempat tinggal.
"Satu anak cucu dan neneknya," kata Rini kepada detikcom.
Penyelidikan mendalam mengenai komponen baterai lithium yang meledak kini menjadi fokus perhatian kepolisian bersama tim laboratorium forensik. Struktur bangunan dua lantai yang sebagian besar bermaterial kayu dan triplek pada bagian atap menjadi faktor utama cepatnya perambatan api hingga melahap seluruh isi toko.
"Posisi nenek ada di bawah, di lantai 1, yang cucunya di lantai 2," ujarnya.
DPKP Kota Surabaya mengimbau kembali kepada masyarakat luas agar lebih waspada dan tidak meninggalkan perangkat elektronik maupun kendaraan listrik dalam posisi pengisian daya tanpa pengawasan dalam waktu lama. Pemakaian alat pengisi daya yang sesuai standar pabrikan sangat direkomendasikan guna mencegah terulangnya musibah serupa.
"Mungkin seperti itu ya (cucu akan menyelamatkan nenek di lantai 1 lalu berupaya keluar rumah), kita juga tidak tahu (kronologi persisnya). Tapi kalau melihat mungkin mau keluar tapi api di depan sudah membara, jadi mungkin dia (nenek) mau menyelamatkan diri, karena posisinya nenek ada di kamar mandi ya," jelas Laksita Rini mengenai analisis posisi korban.
"Yang terbakar satu rumah, satu lantai dan satu rumah dua lantai. Korban MD (meninggal dunia) ditemukan di rumah dua lantai berada dikamar mandi lantai satu, dan kamar mandi lantai dua," katanya sebagaimana dilaporkan Memorandum.
"Bangunan satu lantai digunakan rumah hunian dan bengkel sepeda motor listrik. Untuk bangunan dua lantai digunakan untuk toko sembako, dan di lantai dua digunakan untuk kos-kosan," lanjut Laksita Rini.
"Penyebab kebakaran, diduga dari korsleting cas motor listrik," pungkas Laksita Rini mengakhiri keterangan resminya kepada media.
"Iya benar, due meninggal," kata Laksita Rini saat dikonfirmasi oleh ANTARA Jawa Timur.
"Bangunan yang terbakar meliputi rumah satu lantai dan rumah dua lantai dengan luas area terbakar sekitar 3×12 meter," ucap Laksita Rini menambahkan data teknis luas area.
"DPKP Surabaya mengerahkan sebanyak 17 unit gabungan yang terdiri atas unit tempur dari sejumlah pos, pos komando taktis, serta tim rescue untuk menangani kebakaran tersebut," ujarnya merinci kekuatan armada.
"Kami menduga kebakaran dipicu korsleting listrik dari alat pengisian daya sepeda motor listrik di tempat kejadian kebakaran," tutur Laksita Rini menyimpulkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian.