Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang Hanguskan Tiga Area Lokal

Share

Kebakaran besar melanda pabrik sandal Sun Swallow di Jalan Melati Raya, Tanah Tinggi, Kota Tangerang pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 22.39 WIB. Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi untuk memutus perambatan api.

Insiden ini mengakibatkan kepulan asap hitam pekat membubung tinggi ke langit, seperti yang terlihat dalam rekaman video di media sosial. Kobaran api dilaporkan langsung membesar dan merambat dengan cepat sejak laporan pertama diterima petugas.

Proses penjinakan api menghadapi kendala serius karena material di dalam kompleks bangunan. Upaya pemadaman difokuskan pada tiga area lokal yang menyimpan barang jadi serta bahan baku produksi sensitif.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia Suherlandia membenarkan identitas fasilitas yang terbakar tersebut saat dikonfirmasi oleh Kumparan.

"(Pabrik) Sun Swallow," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia Suherlandia.

Andia menjelaskan lebih lanjut kepada wartawan pada Senin (22/6/2026) dini hari mengenai situasi awal di lokasi kejadian. Menurutnya, api sudah dalam kondisi besar ketika personel pemadam kebakaran tiba untuk melakukan penanganan.

"Saat laporan masuk, kondisi api sudah besar dan merambat," ucap Andia.

Terdapat karakteristik material khusus yang membuat komoditas di dalam pabrik memerlukan waktu penanganan lebih lama. Area yang terbakar dipenuhi oleh produk siap jual, material padat sejenis karet, hingga cairan kimia.

"Ada 3 lokal area terbakar yang di dalamnya berisi sendal barang jadi, bahan baku padat sejenis karet, aneka cairan kimia penunjang produksi. Dengan karakteristik bahan tersebut memerlukan waktu yang lebih lama dalam proses pemadaman," kata Andia.

Guna mencegah situasi memburuk, tim pemadam memprioritaskan proteksi terhadap kompartemen penyimpanan bahan berbahaya di sekitar area produksi. Petugas berusaha melokalisasi titik api agar tidak menyentuh penampungan zat kimia.

"Penanganan kita fokuskan memutus rambatan dan pengamanan tangki kimia kapasitas 20.000 liter dan puluhan drum agar tidak terjadi ledakan," ucap Andia.

Langkah mitigasi juga dilakukan untuk mengurangi dampak paparan asap terhadap masyarakat sekitar pabrik. BPBD Kota Tangerang bekerja sama dengan organisasi relawan setempat untuk memantau kondisi lingkungan pemukiman warga.

"Mitigasi dampak asap pada warga dilakukan oleh rekan-rekan relawan Kota Tangerang," tambah Andia.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian materiil belum dapat dipastikan. BPBD Kota Tangerang memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author