Kebakaran Hutan Meluas Bromo Ditutup Total Bagi Wisatawan

Share

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memutus penutupan total seluruh akses wisata Gunung Bromo sejak Sabtu (8/8/2026) malam akibat kebakaran hutan yang meluas hingga 520 hektare, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Titik awal kobaran api berawal dari area jalur jalan tradisional di Blok Bantengan pada Senin (3/8/2026) sore, sebelum akhirnya merambat ke berbagai kawasan lain termasuk mendekati Puncak B29 di Lumajang.

Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama menjelaskan bahwa titik api muncul di jalur perintasan masyarakat dan terus meluas hingga ke wilayah lain.

"Ini hari keempat, masih nyala (terbakar). Luas wilayah yang paling besar di wilayah Watugede, Kabupaten Probolingo," ungkap Endrip.

Ia menegaskan kembali lokasi awal kemunculan api yang berada di luar area umum pariwisata.

"Sumbernya di atas (Blok Bantengan), bukan lokasi wisata, bukan jalur umum juga. Itu jalur terabasan (jalur tikus) warga," bebernya.

Pihak pengelola memastikan penutupan total diberlakukan untuk menjamin keselamatan pengunjung serta mempermudah operasi pemadaman di area kaldera.

"Memperhatikan penggunaan api demi keselamatan, keamanan dan kenyamanan bersama," ujar Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha.

Rudijanta menambahkan bahwa pemicu utama timbulnya titik api di kawasan tersebut berasal dari aktivitas manusia.

"Kalau dugaan kita memang karena dari atas (sumber api). Dari atas punggungan (perbukitan) dari Bantengan ke arah Argosari," kata Rudijanta.

Akses lintasan perbukitan tersebut menurutnya memang kerap dilalui oleh penduduk setempat.

"Dilewati masyarakat, karena itu jalur tradisional masyarakat daerah Argosari ke arah Ranu Pani," tuturnya.

Faktor cuaca kemarau dinilai hanya mempercepat penyebaran api, bukan sebagai penyebab utama.

"Kalau pastinya dari manusia. Bukan dari alam. Kalau cuaca itu kan, membuat api membesar, merambat. Tetapi kalau sumber (api) bukan karena cuaca," tegasnya.

TNBTS juga menyediakan skema penjadwalan ulang atau pengembalian dana bagi pengunjung yang telah membeli tiket secara daring.

"Bagi pengunjung yang sudah melakukan pembelian tiket masuk melalui aplikasi booking online untuk kunjungan selama masa penutupan, akan diberi kesempatan untuk penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian uang (refund)," kata Rudijanta.

Pengunjung yang terdampak dapat mengajukan proses tersebut melalui formulir resmi pengelola.

"Pengunjung cukup melengkapi formulir yang kami sampaikan melalui admin aplikasi booking online TNBTS," jelas Rudijanta.

Guna memadamkan kobaran api yang membakar rumput kering dan vegetasi edelweiss, tim gabungan menerjunkan personil darat serta tiga helikopter water bombing.

"Petugas saat ini diterjunkan untuk membantu upaya pemadaman di kawasan TNBTS," ujar Kepala BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho.

Proses pemadaman di lapangan menghadapi kendala angin kencang serta terbatasnya peralatan manual untuk memadamkan bara sisa.

"Kendala kita saat ini memang keterbatasan alat manual. Ada titik panas yang masih tersisa, api kecil itu memang harus manual. Yang besar ditangani menggunakan helikopter," ujar Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Minggu (9/8/2026).

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: karhutla Kebakaran Bromo TNBTS
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author