Kebakaran Hutan di Kalimantan Ganggu Sekolah, Penerbangan, dan Kesehatan
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menyebabkan asap tebal yang mempengaruhi berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan dan penerbangan. Kondisi ini terjadi pada Rabu, 19 Agustus 2026, di beberapa wilayah utama seperti Palangka Raya, Pangkalan Bun, dan Banjarbaru.
Di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, penyesuaian jam sekolah diterapkan untuk melindungi kesehatan siswa dan tenaga pendidik. Kepala Dinas Pendidikan Palangka Raya, Jayani, mengatakan, "Kondisi kabut asap yang semakin pekat memaksa kita untuk mengambil langkah taktis dan adaptif. Kesehatan siswa, guru, dan seluruh tenaga pendidikan menjadi prioritas utama, namun pembelajaran tetap harus berjalan." Jam masuk sekolah untuk SD dan SMP ditunda menjadi pukul 08.00 WIB, sementara PAUD menerapkan pembelajaran jarak jauh.
Kualitas udara di Kota Palangka Raya sangat memburuk dengan Air Quality Index (AQI) mencapai 487, masuk kategori berbahaya. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengimbau masyarakat, "Kami meminta seluruh masyarakat untuk segera meningkatkan perlindungan diri. Hindari aktivitas di luar ruangan sebisa mungkin, dan wajib gunakan masker saat harus keluar rumah." Terdeteksi 1.795 titik panas di Kalimantan Tengah, dengan 281 titik berada di Palangka Raya.
Bupati Pulang Pisau, Ahmad Rifa'i, meminta dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan sumur bor permanen di wilayah rawan kebakaran, khususnya Desa Tumbang Nusa. Ia menyatakan, "Saya berharap sumur bor itu permanen, supaya jangan sampai nanti ada api muncul lagi." Ketersediaan sumber air dianggap krusial dalam penanggulangan karhutla.
Di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, asap tebal mengganggu jarak pandang pengendara, memaksa mereka mengurangi kecepatan demi keselamatan. Warga Evan Kurniawan mengatakan, "Kita hati-hati, takutnya yang di depan kita buru-buru dan nggak melihat. Jarak pandangnya terganggu."
Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menyesuaikan jam sekolah mulai pukul 09.00 Wita untuk mengurangi risiko akibat asap. Kepala Disdik Banjarbaru, Abdul Basid, menyatakan, "Satuan pendidikan bisa memulai pelaksanaan pembelajaran pada pukul 09.00 Wita bagi sekolah terdampak." Tenaga pendidik tetap diminta datang sesuai jam kerja yang ditetapkan.
Polresta Banjarmasin menggelar salat Istisqa sebagai bentuk permohonan hujan agar karhutla segera berakhir. Kapolresta Banjarmasin, Kombes Riza Muttaqin, menyampaikan, "Secara lahir dan batin kami memohon pertolongan Allah agar diturunkan hujan yang penuh manfaat dan keberkahan." Mereka juga melakukan edukasi dan distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak.
Asap tebal juga sempat menunda 12 penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarmasin, akibat jarak pandang rendah. General Manager Bandara, Stephanus Millyas Wardana, memastikan, "Saat ini seluruh penerbangan terdampak telah lepas landas dari Bandara Internasional Syamsudin Noor menuju tujuan masing-masing."
Di Kabupaten Kotawaringin Timur, kebakaran hutan terus berlangsung dan beberapa titik sulit dijangkau petugas. Seorang relawan dari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Rizky Mubarrak, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami sesak napas dan kelelahan akibat berjibaku memadamkan api. Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah, menyatakan, "Diduga terpapar asap tebal dan kelelahan setelah berjam-jam berada di lokasi kebakaran, kondisi Rizky kemudian menurun. Ia mendapat penanganan medis di rumah sakit."