Kebakaran Hutan Bromo Memaksa Penutupan Jembatan Kaca Dan Seruni Point
Akses wisatawan menuju Bromo Sky Bridge dan Puncak Seruni Point ditutup sementara akibat dampak penjalaran kebakaran hutan dan lahan yang masih meluas di kawasan Gunung Bromo, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
Kobaran api dilaporkan terus menjalar dari Bukit Dengklik di Kecamatan Tosari hingga Bukit Cinta dan Bukit Kedasih di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Langkah penutupan Jembatan Kaca mulai berlaku sejak Kamis (13/8) demi mengantisipasi risiko paparan asap serta pergerakan api.
Manager Bromo Sky Bridge, Bambang Heriwahjudi, mengonfirmasi bahwa evaluasi terhadap pergerakan titik api menjadi pemicu utama penghentian sementara operasional lintasan jembatan tersebut.
"Setelah kita lihat perkembangan, ternyata titik api sudah mulai mendekat. Walaupun masih dalam jarak aman, akan tetapi asap dari titik api meengganggu," jelas Bambang.
Pihak manajemen memilih mengambil langkah pencegahan ketimbang membiarkan potensi bahaya mengancam keselamatan para pengunjung kawasan Bromo Sky Bridge.
"Demi kenyamanan pengunjung, juga keamanan, karena kita khawatirkan juga akan mendekat, dengan terpaksa kami tutup," imbuhnya.
Meskipun akses jembatan kaca ditutup total dari aktivitas melintas, area luar dan fasilitas kafe di kawasan tersebut dipastikan masih beroperasi untuk melayani wisatawan.
"Pengunjung tidak bisa melintas di jembatan kaca, tapi bisa melihat dari sisi luar dan menikmati kafe. Banyak yang bertanya, kalau datang tapi tidak bisa melintas, apakah kafenya juga tidak boleh? Kafe tetap kita buka," terang Bambang.
Manajemen turut memanfaatkan jeda operasional ini untuk melakukan pembersihan menyeluruh di seluruh area objek wisata sembari memantau perkembangan situasi bencana.
"Sekaligus kesempatan ini kita juga melakukan pembersihan-pembersihan di sekitar kawasan, juga melakukan general cleaning, pembersihan di semua area sambil menunggu perkembangan," katanya.
Penutupan ini diberlakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan sampai situasi di sekitar area dinyatakan benar-benar kondusif dan aman.
"Saya mohon maaf atas ketidaknyamanannya, tapi karena situasi bencana kebakaran yang ada di sekitar kawasan ini, kami terpaksa ditutup sambil menunggu perkembangan lebih lanjut," ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga mengambil langkah serupa dengan menutup akses ke Puncak Seruni Point sejak Rabu (12/8) malam.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, menegaskan bahwa penutupan jalur wisata menuju puncak tersebut dilakukan atas dasar faktor keselamatan.
"Benar sekali. Dalam rangka menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengunjung atau wisatawan maka dengan berat hati objek wisata menuju Puncak Seruni Point kita tutup sementara," ujar Heri.