KCI Respons Keluhan Penumpang KRL Terkait Siaran Langsung TikTok

Share

Seorang penumpang kereta rel listrik (KRL) mengeluhkan aksi pengguna lain yang melakukan siaran langsung (live) TikTok di dalam gerbong karena dinilai mengganggu privasi, Kamis (4/6/2026). Informasi yang dilansir dari Detikcom ini langsung mendapatkan respons dari pihak PT KAI Commuter Indonesia (KCI).

Penumpang bernama Sunset menyatakan bahwa dirinya merasa sangat terganggu dengan aktivitas tersebut saat menumpangi KRL relasi Bogor-Jakarta Kota pada pagi hari. Menurutnya, tindakan merekam situasi gerbong dapat memperlihatkan kondisi penumpang lain yang tidak siap masuk dalam konten media sosial.

"Mbak-mbak yang barengan dari Bogor turun, dan duduk lah si bapak-bapak bermasker ini. Awalnya gue biasa aja nggak ngeh, pas nengok ke kiri, gue kira dia main HP, lah ternyata dia live TikTok," kata Sunset, Kamis (4/6/2026).

Sunset menjelaskan bahwa pria di sebelahnya mengarahkan kamera ponsel ke berbagai sudut gerbong, termasuk area pintu masuk. Hal itu membuatnya merasa tidak nyaman sehingga terpaksa berpindah ke gerbong lain untuk menghindari jangkauan kamera.

"Dia live terus HP-nya diarahin ke arah pintu kereta, jadi yang keluar turun/naik keliatan dong?" ujar Sunset.

Aktivitas siaran langsung di dalam moda transportasi publik ini diakui Sunset sudah beberapa kali ia temui. Kejadian serupa sempat ia lihat di lintas Bogor-Jakarta Kota maupun rute Tanjung Priok-Jakarta Kota.

"Iya bener bikin risih, karena kita juga nggak tahu orang di depan mungkin dalam nggak proper juga, yang misal dalam keadaan tidur mangap atau dalam keadaan desak-desakan terus dijadiin konten live TikTok dan pasti semua orang kan kaget kalo tiba-tiba masuk live," ungkap Sunset.

Ia menambahkan bahwa kekhawatiran utamanya berkaitan dengan potensi pelecehan visual melalui rekaman tanpa izin. Sunset menilai aktivitas media sosial di dalam kereta memiliki dampak yang berbeda dibandingkan dengan kegiatan serupa di area terbuka.

"Beda halnya kalo orang yang live di CFD atau tempat umum lainnya. Kalau kereta sekarngg banyak pelecehan dalam bentuk visual soalnya, kaya difoto-foto gitu, nah saya takutnya itu," kata Sunset.

Pihak operator KRL menyayangkan adanya tindakan penumpang yang mengabaikan kenyamanan bersama di dalam transportasi publik. Manajemen menegaskan pentingnya menjaga etika demi kenyamanan seluruh pengguna jasa.

"Tentunya kami menyayangkan tindakan yang dilakukan pengguna yang dapat mengganggu kenyamanan pengguna lainnya. Sehingga kami mengimbau kepada pengguna untuk turut dapat saling menjaga kenyamanan dan etika dalam penggunaan transportasi publik," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, saat dikonfirmasi terpisah.

Karina juga mengingatkan penumpang untuk menghormati privasi orang lain selama berada di dalam perjalanan Commuter Line. Tindakan yang berpotensi melanggar hak pribadi penumpang lain diharapkan tidak dilakukan.

"Serta tidak melakukan kegiatan/perbuatan yang mengganggu keamanan dan kenyamanan perjalanan commuter line dan Pengguna lainnya, termasuk tindakan yang dapat melanggar privasi pengguna lainnya," imbuh Karina.

Sebagai langkah antisipasi, manajemen KCI meminta masyarakat untuk memanfaatkan layanan pengaduan yang tersedia. Penumpang yang merasa terganggu dapat segera menghubungi petugas terdekat.

"Dalam hal ditemukan kondisi aktivas yang berpotensi menggangu kenyamanan dan keamanan perjalanan commuter line, bagi pengguna dapat melaporkan kepada Petugas kami yang ada di commuter line maupun di stasiun," ujar Karina.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author