by

Kasus Meninggal Bertambah, Mas Dibyo: Ayo Jaga Lamtim

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mempublikasikan terjadi penambahan kasus meninggal dunia akibat COVID-19 sebanyak 3 kasus sehingga menambah jumlah kumulatif menjadi 47 kasus.

Penambahan kasus meninggal dunia terkonfirmasi positif COVID-19 pada hari ini ada 3 kasus. Semua berasal dari Kota Bandarlampung.

Calon Wakil Bupati Sudibyo berharap, apa yang terjadi di Kota Bandar Lampung diharapkan tidak terjadi di Kabupaten Lampung Timur.

”Semua berawal dari sikap kita. Sikap taat terhadap protokol kesehatan. Dan ini berawal dari kewaspadaan dari dalam diri. Saya mengajak, masyarakat Lampung Timur untuk saling mengingatkan. Pakai masker, cuci tangan dengan sabun dan jaga selalu kesehatan,” tutur Mas Dibyo-sapaan akrab pria ramah ini, Kamis (15/10).

Baca Juga  Bang Ipul: Ingat 9 Desember, Jangan Golput!

Ditambahkan Mas Dibyo, ciri daerah yang sukses menahan laju pertumbuhan virus dari Wuhan, China itu, bukan karena sosialisi yang gencar.

Bukan pula didukung dengan kemampuan dari jajaran tim medis atau peralatan yang memadai semata.

”Tapi kemampuan manahan laju sebaran wabah ini, karena berasal dari kesadaran. Dari kemauan diri sendiri. Saya pribadi mengucapkan terima kasih, kepada masyarakat Lampung Timur, yang benar-benar kuat dalam menjaga sebaran virus ini,” imbuhnya.

”Ayo kita jaga diri kita, ayo kita jaga keluarga kita, dan ayo jaga Lampung Timur,” tutur pasangan Calon Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari itu kepada

Baca Juga  Setelah Minyak Bergambar Da-Di Beredar, Waspada Gula ”Beracun” Menyebar

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana mengatakan, penambahan kasus tersebut telah menambah jumlah kumulatif kasus kematian akibat COVID-19 di daerah tersebut menjadi 47 kasus kematian.

”Pasien pria asal Kota Bandarlampung bernomor 1181 berusia 61 tahun dinyatakan meninggal pada 11 Oktober tepat pukul 17.00 WIB setelah menjalani perawatan sejak 8 Oktober, pasien dinyatakan positif COVID-19 setelah hasil uji usap pertama keluar pada 13 Oktober,” katanya.

Ia mengatakan, kasus meninggal dunia akibat COVID-19 lainnya ialah pasien 1188 seorang pria lansia berusia 61 tahun yang juga berasal dari Kota Bandarlampung.

”Pasien pria berusia 61 tahun dengan nomor 1188 meninggal dunia pada 11 Oktober pada pukul 08.00 WIB, sebelumnya pasien mengalami deman selama lima hari dan satu minggu sesak napas sebelum dilakukan perawatan di rumah sakit,” ucapnya.

Baca Juga  Lamtim Punya Ciri Khas, Bang Ipul: Ayo Garap Wisata Desa

Menurutnya, seorang pasien meninggal dunia lain ialah pasien 997 seorang wanita berusia 44 tahun, pasien meninggal dunia pada 14 Oktober pada pukul 06.00 WIB setelah menjalani perawatan di rumah sakit swasta dengan keluhan batuk selama satu minggu.

Berdasarkan data yang dipublikasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung kasus kematian akibat COVID-19 di Provinsi Lampung dalam 14 hari terakhir telah ada 14 penambahan kasus kematian di daerah setempat. (man/tap)

 

Baca Juga