Kasus Keamanan Nasional Macau Jerat Mantan Anggota Dewan Au Kam San

Share

Mantan anggota dewan pro-demokrasi Macau, Au Kam San, ditahan di Penjara Coloane dan menghadapi persidangan tertutup atas dugaan kejahatan keamanan nasional setelah ditangkap pihak kepolisian pada 30 Juli 2025.

Penangkapan politisi berusia 69 tahun tersebut menjadi kasus hukum pertama yang dibuka ke publik di bawah Undang-Undang Keamanan Nasional Macau sejak diundangkan pada 2009. Otoritas setempat menuduh Au berkolusi dengan organisasi luar negeri anti-China untuk menghimpun dan menyebarkan informasi palsu yang memicu kebencian terhadap pemerintah.

Pengadilan Macau mengonfirmasi status Au sebagai pelaku utama dalam dakwaan penjelmaan kekuatan negara, pelanggaran kerahasiaan, serta jalinan kontak dengan pihak luar yang mengancam keamanan nasional. Atas serangkaian dakwaan ini, mantan legislator yang menjabat selama dua dekade tersebut terancam hukuman hingga 30 tahun penjara.

Putri Au yang berdomisili di London, Au Hon I atau Cherry, mengungkapkan bahwa kepolisian menyita ponsel, laptop, dan buku-buku terkait peristiwa Tiananmen 1989 saat menggeledah kediaman ayahnya. Pihak keluarga juga dilarang berkomunikasi atau menunjuk pengacara swasta untuk mendampingi proses hukum.

"Selama hampir satu tahun keluarga saya tidak dapat berbicara dengan ayah saya karena dia ditahan dalam penahanan isolasi yang kejam," kata Au Hon I, putri mantan anggota dewan Macau Au Kam San.

Pihak pengadilan memutuskan penunjukan pengacara yang dipilih oleh negara dengan alasan menjaga kepentingan keamanan nasional. Langkah penunjukan ini didasarkan pada pertimbangan mengikat dari komite keamanan nasional yang dipimpin oleh Kepala Eksekutif Macau Sam Hou Fai.

"Dia selalu percaya pada sistem peradilan Macau," kata Au Hon I, putri mantan anggota dewan Macau Au Kam San.

Di sisi lain, perwakilan hukum Au di luar negeri, Michael Polak, menyebutkan bahwa permohonan akses konsuler dari Konsulat Portugal telah ditolak oleh otoritas setempat. Uni Eropa menyatakan bahwa penolakan proses hukum yang adil merusak hak-hak dasar Au dan terus menyampaikan keprihatinan ini secara langsung kepada otoritas Macau.

"Sangat jauh lebih buruk daripada Hong Kong," kata Au Hon I, putri mantan anggota dewan Macau Au Kam San.

Tuntutan terhadap pria yang menderita penyakit diabetes tersebut terus memicu perhatian organisasi internasional. Keluarga berharap proses peradilan berjalan secara terbuka serta mempertimbangkan pengabdian politik Au bagi masyarakat Macau selama lebih dari tiga dekade.

"Kami tidak memiliki tanda-tanda bahwa hal seperti ini akan terjadi," kata Cherry, putri mantan anggota dewan Macau Au Kam San.

Proses penggeledahan yang berujung pada penahanan tersebut mengejutkan pihak keluarga karena terjadi secara mendadak di kediaman pribadi Au.

"Mereka … membawa ibu saya terlebih dahulu dan kemudian tinggal di apartemen bersama ayah saya untuk mengumpulkan bukti," kata Cherry, putri mantan anggota dewan Macau Au Kam San.

Ibu Cherry sempat dibebaskan keesokan harinya setelah menolak memberikan keterangan sebagai saksi dalam pemeriksaan awal.

"Dia sangat terguncang dan tidak tahu apa yang sedang terjadi," kata Cherry, putri mantan anggota dewan Macau Au Kam San.

Ketegangan hukum ini dinilai keluarga sebagai upaya pengangkatan citra buruk terhadap figur yang lama bertugas di parlemen.

"Apa yang paling menyedihkan bagi saya adalah melihat dia digambarkan sebagai penjahat oleh pemerintah yang telah dia abdi selama bertahun-tahun. Saya berharap orang-orang mengingat sosok yang mereka kenal sepanjang kariernya, alasan mengapa mereka menaruh kepercayaan padanya dan memilihnya berulang kali," kata Cherry, putri mantan anggota dewan Macau Au Kam San.

Di tengah keprihatinan kesehatan sang ayah yang membutuhkan pengobatan rutin, keluarga terus mendesak adanya proses peradilan yang adil.

"Saat ini dia menghadapi ketidakadilan yang mendalam. Saya berharap mereka yang mengingat tahun-tahun pengabdiannya akan berdiri bersamanya. Kami menginginkan peradilan yang adil, proses hukum yang semestinya, dan agar pengabdiannya selama lebih dari tiga dekade untuk rakyat Macau tidak dihapus atau dilupakan," kata Cherry, putri mantan anggota dewan Macau Au Kam San.

Hingga kini, tanggal pasti dimulainya persidangan utama Au belum diumumkan secara resmi oleh Pengadilan Macau.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Hukum Macau Politik China
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author