Karhutla Meluas di Kalimantan Ganggu Sekolah dan Penerbangan

Share

Kebakaran hutan dan lahan yang meluas di sejumlah titik wilayah Kalimantan memicu munculnya asap tebal yang mengganggu jadwal sekolah, penundaan penerbangan, serta merusak kualitas udara hingga level berbahaya pada Kamis (20/8/2026), dilansir dari Detikcom.

Kondisi paling parah terpantau di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, di mana Indeks Kualitas Udara menembus angka 487 dengan kategori berbahaya. Sebanyak 1.795 titik panas terdeteksi di Kalteng, dengan 281 titik di antaranya berada di Palangka Raya.

Pemerintah setempat menggeser jam masuk sekolah jenjang SD dan SMP menjadi pukul 08.00 WIB, sementara aktivitas belajar jenjang PAUD dialihkan secara daring demi menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

"Kondisi kabut asap yang semakin pekat memaksa kita untuk mengambil langkah taktis dan adaptif. Kesehatan siswa, guru, dan seluruh tenaga pendidikan menjadi prioritas utama, namun pembelajaran tetap harus berjalan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Palangka Raya, Jayani.

Penyesuaian jam pelajaran tersebut diberlakukan menyeluruh bagi sekolah negeri maupun swasta sebagai respons atas memburuknya kualitas udara di daerah tersebut.

"Salah satu perubahan paling terasa diterapkan pada jam masuk sekolah. Untuk jenjang SD dan SMP, waktu masuk ditunda menjadi pukul 08.00 WIB," imbuhnya.

Otoritas kebencanaan Kota Palangka Raya turut mengimbau masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan serta mengenakan masker guna mengantisipasi pekatnya asap dan terganggunya visibilitas yang mencapai 1,4 kilometer.

"Dengan AQI mencapai 487 yang berarti kategori berbahaya, serta 281 titik panas di dalam kota, kami meminta seluruh masyarakat untuk segera meningkatkan perlindungan diri. Hindari aktivitas di luar ruangan sebisa mungkin, dan wajib gunakan masker saat harus keluar rumah," tegas Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi.

Guna mencegah kebakaran berulang, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau mengusulkan pembangunan sumber air permanen berupa sumur bor di kawasan rawan bencana seperti Desa Tumbang Nusa kepada Kementerian Kehutanan RI.

"Kemarin saya secara pribadi memohon kepada Pak Menhut agar ke depannya dibantu terkait sumur bor-sumur bor untuk pencegahan. Saya berharap sumur bor itu permanen, supaya jangan sampai nanti ada api muncul lagi," kata Bupati Pulang Pisau, Ahmad Rifa'i.

Sementara itu di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, kabut asap tebal mengganggu visibilitas pengguna jalan di sekitar Bundaran Pangkalan Lima, sehingga pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan.

"Kita hati-hati, takutnya yang di depan kita buru-buru dan nggak melihat. Jarak pandangnya terganggu," kata warga Pangkalan Bun, Evan Kurniawan.

Dampak kabut asap juga meluas ke Kalimantan Selatan. Pemerintah Kota Banjarbaru menginstruksikan sekolah jenjang PAUD hingga SMP untuk mengundur jam mulai pembelajaran menjadi pukul 09.00 Wita.

"Satuan pendidikan bisa memulai pelaksanaan pembelajaran pada pukul 09.00 Wita bagi sekolah terdampak," ujar Kepala Disdik Banjarbaru, Abdul Basid.

Instruksi penyesuaian jam belajar ini diberikan khusus bagi satuan pendidikan yang terdampak langsung oleh pekatnya asap karhutla.

"Bagi tenaga pendidik dan pendidik untuk bisa melaksanakan tugas sesuai dengan jam kerja yang telah ditetapkan," katanya.

Di Banjarmasin, Polresta menggelar salat Istisqa untuk memohon penurunan hujan di wilayah Kalsel sekaligus memberikan edukasi pencegahan karhutla serta mendistribusikan air bersih.

"Secara lahir dan batin kami memohon pertolongan Allah agar diturunkan hujan yang penuh manfaat dan keberkahan," ujar Kapolresta Banjarmasin, Kombes Riza Muttaqin.

Upaya doa bersama tersebut menjadi langkah penyeimbang di tengah penanganan teknis pemadaman api yang terus diupayakan di lapangan.

"Selain ikhtiar langit, kami juga terus melakukan upaya di lapangan seperti edukasi karhutla dan termasuk membantu distribusi air bersih ke wilayah terdampak," kata Riza.

Imbas asap tebal turut mengganggu operasional Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin, yang sempat mengakibatkan 12 penerbangan tertunda sebelum akhirnya seluruh pesawat berhasil lepas landas.

"Saat ini seluruh penerbangan terdampak telah lepas landas dari Bandara Internasional Syamsudin Noor menuju tujuan masing-masing," kata General Manager Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Stephanus Millyas Wardana.

Di Kotawaringin Timur, keterbatasan jangkauan petugas membuat warga berinisiatif menjadi relawan pemadam. Namun, seorang relawan bernama Rizky Mubarrak harus dilarikan ke RSUD dr Murjani Sampit akibat kelelahan dan sesak napas saat memadamkan api di Kecamatan Baamang.

"Diduga terpapar asap tebal dan kelelahan setelah berjam-jam berada di lokasi kebakaran, kondisi Rizky kemudian menurun. Ia mendapat penanganan medis di rumah sakit," kata Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah.

Di wilayah Paring Kuning, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, kebakaran lahan juga terjadi dan diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan di tepi jalan.

Saksi warga setempat, Siti Fatimah, menuturkan bahwa kobaran api muncul secara mendadak hingga melahap vegetasi lahan di kawasan tersebut.

"Kami dan petugas secepatnya akan meluncur ke lokasi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kobar, Samuel.

Di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, tim gabungan berhasil memadamkan karhutla seluas 10,65 hektare di Kelurahan Sepan setelah beroperasi sejak Rabu siang hingga Kamis pagi.

"Material yang terbakar merupakan jenis mineral dengan semak belukar, pepohonan, dan tumpukan kayu," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila.

Laporan awal adanya titik panas diterima melalui sistem monitoring sebelum petugas gabungan dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.

"Setelah dilakukan pengecekan ternyata ada beberapa titik api yang mulai meluas, sehingga kemudian petugas menghubungi Damkar Sotek dan menuju lokasi kebakaran, sambil berkoordinasi dengan berbagai unsur," katanya.

Proses pemadaman utama diselesaikan pada tengah malam, yang kemudian dilanjutkan dengan tahap pendinginan sisa bara api pada pagi harinya.

"Proses pemadaman dan pendinginan selesai pukul 00.00 Wita. Secara visual api sudah padam, namun masih terdapat banyak bara bara api dan titik asap yang belum dapat dilakukan pemadaman malam hari. Untuk itu, tim kembali melakukan pengecekan dan pendinginan pagi tadi," katanya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author