Kapolda Sumsel Tegaskan Seleksi Masuk Polri Tidak Dipungut Biaya
Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho menegaskan bahwa proses seleksi masuk Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sama sekali tidak dipungut biaya. Imbauan ini disampaikan kepada masyarakat dan calon polisi di Gedung Golden Sriwijaya Jakabaring, Palembang, pada Kamis (4/6/2026), dilansir dari Detikcom.
Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Sidang Menuju Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap II dalam Penerimaan Terpadu Akpol, Bintara, dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026. Irjen Sandi mengingatkan semua pihak untuk menjaga integritas dan mengantisipasi kecurangan.
"Saya kembali menegaskan kepada seluruh peserta, orang tua, dan panitia untuk mengantisipasi segala bentuk praktik percaloan maupun sponsorship dalam mengikuti kegiatan seleksi ini. Masuk Polri tidak dipungut biaya," ujar Irjen Sandi Nugroho, Kapolda Sumsel.
Pihak kepolisian juga meminta para orang tua dan calon siswa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap oknum yang memanfaatkan situasi rekrutmen. Hal ini demi menghindari penipuan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
"Jangan mudah percaya kepada siapa pun yang menjanjikan kelulusan dan meminta imbalan dalam bentuk apa pun kepada kita semua," tambah Irjen Sandi Nugroho, Kapolda Sumsel.
Sidang yang dihadiri Pejabat Utama (PJU) pendamping serta pengawas internal dan eksternal ini dilaksanakan menggunakan sistem hibrida. Berdasarkan hasil keputusan, sebanyak 1.674 peserta dinyatakan lolos ke tahapan pemeriksaan kesehatan berikutnya.
Petinggi Polda Sumsel menyatakan bahwa pencapaian para peserta yang lolos murni merupakan hasil dari kerja keras dan kesiapan masing-masing individu selama mengikuti ujian.
"Masuk menjadi anggota Polri bukan hanya karena pintar atau tidak pintar, tetapi karena siapa yang lebih siap, maka dialah yang akan terpilih," kata Irjen Sandi Nugroho, Kapolda Sumsel.
Kelancaran pengumuman tersebut dikawal oleh Irwasda Polda Sumsel selaku Ketua Tim Pengawas Umum dan Karo SDM selaku Ketua Pelaksana. Seluruh rangkaian penerimaan dipastikan berjalan ketat dengan memegang teguh prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH).