Kapal Tanker Minyak UEA Diserang di Selat Hormuz

Share

Kapal tanker minyak milik Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi (ADNOC) diserang saat melintasi Selat Hormuz pada Jumat malam, 14 Agustus 2026. Insiden ini menambah deretan ketegangan di jalur perairan strategis global tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

ADNOC mengonfirmasi bahwa tidak ada korban luka akibat insiden tersebut. Pihak perusahaan menegaskan pentingnya perlindungan bagi para pelaut serta jaminan kebebasan navigasi dan keamanan maritim di kawasan Teluk, tanpa merinci sumber maupun dalang di balik serangan itu.

Insiden ini terjadi sehari setelah Uni Emirat Arab (UEA) menuduh Iran melakukan serangan bermusuhan terhadap dua kapal lain terkait ADNOC di jalur yang sama. Pekan sebelumnya, ADNOC juga melaporkan tiga kapal tankernya diserang, diikuti serangan pada satu kapal tanker lainnya sehari kemudian.

Eskalasi di Selat Hormuz dipicu oleh tindakan Teheran yang memberlakukan blokade sejak perang pecah pada akhir Februari. Iran memungut biaya transit dan menyerang kapal komersial yang dianggap menyimpang dari rute penetapan, langkah yang mendapat penentangan keras dari Amerika Serikat hingga menyebabkan runtuhnya gencatan senjata sejak April lalu.

Merespons rentetan insiden maritim tersebut, penasihat kepresidenan UEA memberikan pernyataan resmi terkait posisi kebijakan Abu Dhabi.

"Serangan berulang terhadap kapal-kapal tanker ADNOC tidak akan menyurutkan langkah UEA dalam menjalankan kebijakan yang seimbang dan bijaksana, yang berlandaskan pada tiga pilar: pencegahan, diplomasi, dan kepatuhan terhadap hukum internasional," tegas Gargash dalam pernyataan via media sosial X.

Ia menuturkan bahwa koordinasi antarnegara Teluk menjadi fokus utama pemerintah dalam menghadapi krisis keamanan kawasan yang sedang berlangsung.

"Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk memperkuat posisi bersama negara-negara Teluk, karena hal ini merupakan pilar fundamental dalam menjaga keamanan kawasan dan melindungi kepentingan negara-negara anggotanya di tengah krisis yang sedang berlangsung ini," ucapnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author