Kapal Tanker LNG Pengangkut Pasokan India Keluar Selat Hormuz

Share

Sebuah kapal tanker gas alam cair (LNG) bernama Al Hamra berhasil keluar dari Selat Hormuz pada 25 Mei 2026 setelah memuat kargo dari Teluk Persia untuk dikirimkan menuju India barat.

Peristiwa ini menjadi pengiriman pertama ke India yang sukses melewati jalur tersebut sejak pertempuran di Iran pecah beberapa bulan lalu, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.

Kapal milik Adnoc Logistics & Services itu sempat berhenti memancarkan sinyal transponder sejak 19 April 2026 saat berada dalam kondisi kosong di dekat pintu masuk timur Selat Hormuz.

Berdasarkan data Kpler, kapal tanker tersebut melakukan pengisian muatan di fasilitas ekspor Pulau Das milik Abu Dhabi National Oil Co (Adnoc) selama periode mematikan sinyal navigasi.

Citra satelit juga memperlihatkan keberadaan kapal LNG itu di Pulau Das, walaupun seluruh kapal di sekitar fasilitas tersebut tidak memancarkan posisi geografis mereka.

Sebelumnya, Adnoc telah mengirimkan dua pasokan lain dari Teluk Persia dengan metode mematikan transponder saat melintasi selat, masing-masing dengan tujuan ke Jepang dan China.

Penutupan de facto di Selat Hormuz terjadi akibat Amerika Serikat dan Iran yang belum mencapai kesepakatan damai, padahal jalur tersebut mengontrol seperlima pasokan LNG global.

Kondisi keamanan yang terancam memaksa sebagian besar kapal mematikan transponder agar terhindar dari deteksi selama melewati Selat Hormuz.

Data pelacakan kapal menunjukkan India kehilangan hampir seluruh pasokan LNG dari Qatar dan UEA dalam beberapa bulan terakhir, padahal tahun lalu kedua negara menyumbang lebih dari separuh kebutuhan India.

Hambatan pengiriman ini memaksa India membeli pasokan di pasar spot yang berbiaya tinggi serta berdampak pada pembatasan operasional di beberapa sektor industri.

Langkah mematikan sinyal di sekitar Selat Hormuz dilakukan sebagai prosedur keamanan demi melindungi keselamatan kru dan muatan kapal tanker terkait.

Hingga saat ini, pihak Adnoc belum memberikan tanggapan resmi mengenai situasi pengiriman tersebut karena permintaan komentar dikirimkan di luar jam kerja reguler perusahaan.

Upaya penyelundupan pasokan oleh eksportir LNG Teluk Persia ini baru mencakup sebagian kecil dari volume normal sebelum perang, yang biasanya mencapai tiga kapal tanker per hari.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author