Kapal Tanker Mulai Aktifkan Sinyal Transponder di Selat Hormuz
Sejumlah kapal tanker dilaporkan mulai menyalakan sinyal transponder secara terbuka saat melintasi Selat Hormuz pada Selasa (23/6/2026) pagi akibat meningkatnya kepercayaan pemilik kapal setelah ketegangan regional mereda, dilansir dari Bloombergtechnoz. Aktivitas pelayaran di jalur strategis tersebut kembali menggeliat dengan terpantaunya tujuh kapal tanker menggunakan sistem identifikasi otomatis (AIS), termasuk dua supertanker non-Iran yang mengangkut muatan penuh keluar dari Teluk Persia. Situasi kondusif ini menyusul adanya kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang dicapai pekan lalu, sehingga membuka kembali kelancaran lalu lintas komoditas energi dunia global.
"mencerminkan tingkat kepercayaan yang semakin menguat di kalangan pemilik kapal, karena Iran diperkirakan akan menahan diri dari menargetkan kapal-kapal," kata Muyu Xu, analis minyak mentah senior di Kpler Ltd.
Pemulihan arus lalu lintas ini berdampak langsung pada penurunan harga kontrak berjangka minyak mentah Brent yang kini bertengger di bawah US$77 per barel pada Selasa. "Namun, masih harus dilihat apakah jalur aman dan tanpa hambatan benar-benar akan terwujud," ujar Muyu Xu, mengingatkan.
Kewajiban mengaktifkan transmisi sinyal ini umumnya didorong oleh perusahaan asuransi besar, lembaga keuangan, dan pengacara utama guna menjamin transparansi serta memberikan pertanggungan asuransi selama pelayaran perdagangan. Meskipun mayoritas kapal seperti Universal Glory yang membawa 2 juta barel minyak mentah Saudi menyalakan AIS secara konsisten, beberapa kapal tanker lain dilaporkan masih mematikan transponder mereka selama sebagian rute perjalanan.