Kanker Prostat Joe Biden Menyebar dan Memicu Rasa Sakit

Share

Kanker prostat yang diidap mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dilaporkan telah menyebar ke bagian tubuh lain dan menimbulkan rasa sakit luar biasa, menurut pernyataan putranya, Hunter Biden, dalam wawancara dengan BBC Newsnight pada Jumat. Hunter menyebut kondisi kesehatan ayahnya yang kini berusia 83 tahun sangat memprihatinkan serta membuatnya emosional saat melihat perkembangan penyakit tersebut secara langsung. "Kankernya telah menyebar, bermetastasis ke tulang-tulangnya dan lebih jauh lagi," kata Hunter Biden, Putra mantan Presiden AS Joe Biden.

Ia menyampaikan bahwa perkembangan kanker stadium empat tersebut membawa dampak fisik yang sangat berat bagi mantan pejabat nomor satu di Amerika Serikat itu.

"Ini sangat menyakitkan dan sangat melumpuhkan dalam banyak hal," kata Hunter Biden, Putra mantan Presiden AS Joe Biden. Hunter merasa sedih saat menyaksikan perjuangan kesehatan ayahnya secara langsung sehari-hari.

"Sangat sedih melihatnya," kata Hunter Biden, Putra mantan Presiden AS Joe Biden. Ia juga berharap ayahnya lebih terbuka mengenai penderitaan fisik yang dialaminya saat ini.

"Satu-satunya hal yang ingin saya katakan tentang ayah saya, tentang kesehatannya saat ini, adalah saya berharap dia lebih banyak mengeluh, karena kondisinya tidak baik," kata Hunter Biden, Putra mantan Presiden AS Joe Biden. Kendati demikian, Hunter menegaskan bahwa mantan presiden ke-46 AS tersebut tetap berupaya aktif dalam ranah publik. "Dia masih melakukan aktivitasnya," kata Hunter Biden, Putra mantan Presiden AS Joe Biden.

Ia menambahkan bahwa semangat ayahnya terhadap negara tidak pernah surut meskipun kondisi fisik memburuk.

"Dia sangat percaya pada negara ini," kata Hunter Biden, Putra mantan Presiden AS Joe Biden. Mengenai keputusan pengampunan atau pengampunan hukum penuh yang diberikan ayahnya pada Desember 2024 atas kasus hukum yang menjeratnya, Hunter mengakui tindakan tersebut menuai banyak kritik publik. "Apakah itu baik untuk Konstitusi kita?

Apakah itu baik untuk rakyat Amerika? Apakah itu baik untuk warisan ayah saya? Tidak, dalam semua hal itu," kata Hunter Biden, Putra mantan Presiden AS Joe Biden.

Namun, Hunter tetap merasa bersyukur atas langkah tegas yang diambil sang ayah demi melindunginya dari tindakan balasan politik.

"Itu adalah sesuatu yang mudah dikritik dan untuk alasan yang baik," kata Hunter Biden, Putra mantan Presiden AS Joe Biden. Ia mempertanyakan sikap orang lain jika berada di posisi ayahnya.

"Semua yang saya tahu adalah saya bersyukur dia melakukannya untuk saya, dan yang bisa saya katakan kepada siapa pun di luar sana adalah, apa yang akan Anda pikirkan tentang ayah saya jika dia tidak melakukan itu untuk saya?" kata Hunter Biden, Putra mantan Presiden AS Joe Biden. Terkait performa buruk ayahnya dalam debat capres pada Juni 2024 yang memicu pengunduran diri dari pilpres, Hunter mengaku sangat terkejut saat menontonnya dari rumahnya di California.

"Seperti orang lain, saya terkejut," kata Hunter Biden, Putra mantan Presiden AS Joe Biden. Ia merasa ada hal aneh yang belum diketahui keluarga saat debat berlangsung. "Saya bisa tahu segera setelah ayah saya keluar bahwa ada sesuatu yang salah. Saya tidak pernah melihatnya dengan pandangan kosong seperti yang dia miliki saat itu," kata Hunter Biden, Putra mantan Presiden AS Joe Biden.

Hunter menduga penyakit kanker ganas yang baru terdiagnosis sembilan bulan kemudian sudah memengaruhi fisik ayahnya saat debat tersebut.

"Sembilan bulan kemudian, dia didiagnosis mengidap kanker prostat stadium empat dan kanker tulang metastatik stadium empat, yang tidak satupun kami ketahui sebelumnya," kata Hunter Biden, Putra mantan Presiden AS Joe Biden. Hunter juga mengomentari kepemimpinan Presiden Donald Trump saat ini yang dinilainya sesuai dengan kekhawatiran ayahnya. "Saya pikir Donald Trump telah terbukti menjadi seperti yang dikira ayah saya, terkait dengan dendam dan pembalasan yang akan dia cari pada musuh-musuh politiknya," kata Hunter Biden, Putra mantan Presiden AS Joe Biden.

Joe Biden pertama kali mengungkapkan diagnosis kanker prostat agresif pada Mei 2025, sekitar empat bulan setelah menyelesaikan masa jabatannya di Gedung Putih, dan menjalani terapi radiasi serta hormon sejak Oktober lalu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author