9 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Tidak Punya Empati
Published
·
1 Reads
Memiliki empati sangat penting dalam menjalin relasi baik dengan keluarga, teman, pasangan, maupun rekan kerja untuk membantu memahami orang lain. Namun, tidak semua orang memiliki tingkat empati yang sama dan sebagian dari mereka kerap menunjukkan rendahnya empati tersebut melalui ucapan sehari-hari. Dilansir dari Your Tango, berikut adalah 9 kalimat yang sering diucapkan oleh orang yang tidak punya empati dalam percakapan sehari-hari:
- 'Tidak terlalu sulit' — Orang dengan empati rendah suka menyederhanakan topik kompleks dan membuat diri mereka nyaman dengan berpura-pura tahu segalanya untuk menyalahkan orang lain.
- 'Aku tidak pernah mengatakan itu' — Frasa ini sering digunakan untuk melakukan gaslighting atau membuat orang lain meragukan diri sendiri demi melindungi ego mereka sendiri.
- 'Itu terjadi padaku' — Kalimat ini menunjukkan bahwa mereka lebih suka mencari perhatian dan fokus membicarakan diri sendiri ketimbang menjadi pendengar yang baik bagi orang lain.
- 'Kamu tidak akan mengerti' — Mereka mengucapkan kalimat jebakan ini untuk merasa lebih baik dari siapa pun dan menghindari pemberian empati kepada orang yang dianggap lebih rendah.
- 'Tenang saja' — Ungkapan manipulatif dan toxic ini digunakan untuk mengabaikan perasaan serta meremehkan emosi seseorang demi melindungi kenyamanan diri mereka sendiri.
- 'Aku tidak bertanya' — Kalimat ini diucapkan karena mereka tidak mau memberikan ruang bagi orang lain untuk bersinar dan merasa kesuksesan orang lain mengikis ego mereka.
- 'Itu bukan salahku' — Orang yang memiliki empati rendah jarang mengakui kesalahan, lebih tertarik melindungi citra diri, dan sering memainkan peran sebagai korban.
- 'Maaf kalau kamu merasa seperti itu' — Alih-alih tulus meminta maaf, mereka menggunakan kalimat ini untuk menghindari pertanggungjawaban tanpa benar-benar menyesali perbuatan mereka.
- 'Aku tidak akan melakukan itu' — Kalimat ini menjadi bentuk penolakan untuk berkompromi dan bukti bahwa mereka suka lari dari tanggung jawab dengan menggunakan perasaan sebagai senjata.
Follow publika.id on Google News
Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author