Psikolog Ungkap Kalimat Mencegah Konflik saat Beda Pendapat
Menyampaikan pandangan berbeda tidak harus memicu percekcokan atau membuat lawan bicara merasa diserang. Dilansir dari HaiBunda, pendekatan komunikasi yang bijak dapat menjaga percakapan tetap jujur tanpa memperkeruh suasana.
Penggunaan kalimat yang tepat efektif menunjukkan rasa hormat terhadap sudut pandang orang lain. Sikap ini tetap bisa ditunjukkan meskipun seseorang tidak sepenuhnya menyetujui gagasan tersebut.
Salah satu ungkapan yang disarankan untuk menyampaikan perbedaan pandangan secara sopan adalah "Saya menyukai pendapat kamu. Namun…". Formula ini dinilai mampu memberi kesan positif kepada lawan bicara.
"Ungkapan ini memberikan cara yang sehat untuk sepakat untuk tidak sepakat," kata Dr. Cashuna 'Shun' Huddleston, PhD.
Psikolog berlisensi sekaligus pendiri New Way Psychological Services tersebut menjelaskan bahwa kalimat ini mencerminkan penghargaan terhadap gagasan orang lain. Hal ini sekaligus membuka ruang untuk diskusi yang produktif.
Pentingnya Nada Bicara dan Sikap Ramah
Penerapan kalimat tersebut dalam kehidupan nyata perlu ditunjang oleh pengaturan intonasi suara dan sikap yang bersahabat. Pengaturan nada bicara memegang peranan penting dalam membangun relasi sosial.
"Mengatur intonasi suara kamu dianggap lebih menarik dan mengesankan. Jika menginginkan hubungan yang langgeng atau meningkatkan status sosial, kemampuan untuk menurunkan atau mengatur intonasi suara kamu membantu memfasilitasi hubungan tersebut," tutur Huddleston.
Selain intonasi, senyuman menjadi elemen penting saat berdiskusi agar situasi tidak memanas. Senyuman menyampaikan pesan kebahagiaan, keramahan, serta rasa percaya diri yang positif bagi pembicara.
"Ini adalah hal mendasar untuk disukai. Senyum menyampaikan kebahagiaan, keramahan, dan rasa percaya diri yang positif. Senyum bahkan memengaruhi intonasi suara dan watak kamu," ujar Huddleston.
Langkah Menyampaikan Pandangan secara Efektif
Ada beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan agar gagasan dapat diterima dengan baik oleh orang lain:
Pertama, usahakan untuk tetap tenang. Kondisi pikiran yang tenang membantu penyampaian inti pesan secara langsung sehingga lebih mudah didengar oleh lawan bicara.
Kedua, akui validitas pendapat orang lain. Menyadari bahwa sudut pandang yang berbeda juga memiliki alasan yang sah dapat meningkatkan kualitas komunikasi.
Ketiga, bersikap adil dan siap berkompromi. Menyampaikan pemikiran tidak menjamin hasilnya akan selalu sesuai keinginan, terutama dalam hubungan jangka panjang yang membutuhkan titik tengah.
Keempat, pilih kata-kata secara cermat. Isi pesan yang tidak jelas akan sulit diingat lawan bicara meskipun disampaikan dengan suara yang pelan.
Kelima, hindari penggunaan nada bicara yang kasar. Cara bicara yang keras serta pemilihan waktu yang tidak tepat dapat memberi kesan merendahkan lawan bicara.