KAI Bakal Gabungkan Stasiun Karet dan BNI City

Share

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berencana melakukan penataan dengan menggabungkan stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) Karet dan BNI City di Jakarta pusat pada Rabu (3/6/2026). Langkah penataan ini diambil karena letak kedua stasiun tersebut dinilai terlalu berdekatan.

Rencana penggabungan dua infrastruktur transportasi tersebut dipicu oleh jarak antarstasiun yang hanya membentang sejauh 150 meter, seperti dilansir dari Detik Finance. Kondisi ini dinilai memicu potensi bahaya yang tinggi untuk operasional kereta.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa jarak yang sangat pendek membuat kereta harus langsung melakukan pengereman sesaat setelah berjalan. Penjelasan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta.

"Nah, item-item kecil yang kami lakukan di Jabodetabek ini adalah melakukan integrasi dari Stasiun Karet itu dengan Stasiun BNI City. Jadi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City ini jaraknya cuma 150 meter, jadi kereta jalan, habis itu ngerem lagi. Dan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas di Stasiun Karet ini cukup tinggi," kata Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.

Melalui kebijakan penataan ini, Stasiun Karet nantinya bakal dialihfungsikan menjadi area selasar. Fasilitas pendukung berupa travelator atau eskalator datar akan dibangun untuk menunjang kenyamanan pergerakan penumpang.

Meskipun area fisik Stasiun Karet diubah menjadi selasar, aktivitas penumpang untuk masuk dan keluar tidak mengalami perubahan tempat secara total. Proses pengetukan kartu atau gate-in dan gate-out seluruhnya bakal dialihkan ke Stasiun BNI City.

"Sehingga rencananya nanti Stasiun Karet ini kita hanya akan bikinkan dia kayak selasar gitu ya. Demi kenyamanan penumpang juga nanti kita akan bikinkan travelator. Jadi semua nanti, gate-in dan gate-outnya itu ada di Stasiun BNI City," jelas Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.

Proyek integrasi ini merupakan bagian dari pengembangan Transit Oriented Development (TOD) kawasan Dukuh Atas yang ditargetkan selesai pada 2027. Sistem TOD ini dirancang untuk menyatukan moda transportasi LRT, MRT, KRL Commuter Line, dan Kereta Bandara dalam satu titik tunggal. Target awal penggabungan kedua stasiun ini sebenarnya ditetapkan pada Desember 2025, namun belum terwujud hingga saat ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author