Kaesang Pangarep Umumkan Maju Caleg di Dapil V Jawa Tengah

Share

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep mengumumkan maju sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu Legislatif 2029 di Daerah Pemilihan V Jawa Tengah yang dikenal dengan persaingan ketat. Dapil ini meliputi Klaten, Sukoharjo, Boyolali, dan Kota Surakarta, yang juga menjadi wilayah asal Ketua DPR RI Puan Maharani.

Rekapitulasi Nasional KPU Pileg 2024 mencatat total pemilih di dapil tersebut sebanyak 2.556.296 orang. Puan Maharani menduduki peringkat teratas dengan 297.366 suara, diikuti Adik Sasongko dari Partai Gerindra dengan 142.405 suara dan Singgih Januratmoko dari Golkar dengan 125.067 suara. PDIP memimpin suara partai di dapil ini dengan 774.282 suara, diikuti Golkar dan Gerindra.

Dalam kunjungan ke Solo, Kaesang menyampaikan pengumuman tersebut di depan kader PSI dan berpesan agar tidak terjadi konflik antar kader dalam menghadapi Pemilu 2029.

"Saya minta dukungannya supaya terus solid untuk bisa memenangkan Pemilu yang ada di 2029 nanti," ujar Kaesang.

Kaesang juga menegaskan bahwa pengumuman ini bukan hanya sebagai Ketua Umum PSI, melainkan sebagai bakal calon legislatif dari Dapil V Jawa Tengah.

Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo merespons pengumuman Kaesang dengan menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam pemerintahan sesuai UUD 1945.

"Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama di dalam pemerintahan. Itu dijamin UUD 1945. Siapa pun itu," ujar Ganjar.

Ganjar menilai wajar jika Kaesang memilih dapil tersebut karena Solo adalah tempat asalnya dan hak politik itu harus dihormati.

"Sebagai warga negara, siapa pun dia, memiliki hak konstitusional yang sama untuk mencalonkan diri dari daerah pemilihan mana pun sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Apalagi beliau memang berasal dari Solo, sehingga memilih Dapil V Jawa Tengah tentu merupakan hak politik yang patut dihormati," kata Ganjar.

Ganjar menambahkan bahwa dalam negara demokrasi, rakyat memiliki kebebasan menentukan pilihannya dan menilai berdasarkan rekam jejak serta kerja nyata kandidat.

"Bagi PDI Perjuangan, ini bukan soal siapa berhadapan dengan siapa, melainkan bagaimana rakyat diberi kesempatan menentukan pilihannya secara bebas dan demokratis. Kami menghormati setiap peserta pemilu, dan tetap percaya bahwa kedekatan dengan rakyat, rekam jejak, serta kerja nyata akan menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam memberikan mandat," ujar Ganjar.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Jawa Tengah PDIP Pemilu Politik PSI
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author