Kabut Asap Karhutla Kalimantan dan Sumatra Meluas hingga Malaysia
Dampak kebakaran hutan dan lahan di Sumatra serta Kalimantan meluas hingga ke negara tetangga, menyebabkan 108 sekolah di wilayah Serian, Sarawak, Malaysia, terpaksa ditutup sementara setelah Indeks Pencemaran Udara melebihi ambang batas polusi.
Pemerintah Malaysia memberlakukan Pembelajaran dan Pengajaran Berbasis Rumah bagi sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak. Kebijakan ini diterapkan otomatis ketika Indeks Pencemaran Udara menembus angka 200 akibat paparan asap karhutla lintas batas.
Komite Manajemen Bencana Negara Bagian Sarawak mencatat lonjakan Indeks Pencemaran Udara di kawasan tersebut sejak awal Agustus 2026. Dua wilayah yakni Tebedu dan Serian mencatatkan tingkat kualitas udara sangat tidak sehat dengan angka berturut-turut 212 dan 202.
"Berdasarkan Rencana Aksi Kabut Nasional, yang berada di bawah yurisdiksi direktur Departemen Pendidikan Negara Bagian Sarawak, sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak akan segera ditutup begitu API mencapai 200," kata JPBN Sarawak.
Selain Serian dan Tebedu, 11 wilayah lain di Sarawak seperti Kuching, Samarahan, dan Miri berada dalam kategori tidak sehat. Otoritas setempat mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.
Lembaga Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Sarawak melaporkan dari 18 titik pemantauan kualitas udara pada Jumat pagi, kualitas udara terburuk berada di Serian dengan angka 239 dan Lubok Antu sebesar 209. Sementara enam lokasi lainnya masih berada pada kategori sedang.
Pergerakan asap menuju wilayah Malaysia dipengaruhi oleh pola cuaca meteorologis kawasan. Perubahan arah angin membuat kabut asap bergerak secara dinamis melintasi perbatasan antarnegara di Asia Tenggara.
"Kebetulan anginnya mengarah ke sana, tapi suka bolak-balik," kata Jumhur.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mengemukakan pentingnya penguatan kerja sama regional ASEAN. Pengendalian difokuskan pada upaya pencegahan, pembasahan lahan gambut, deteksi dini, dan pemadaman cepat di titik sumber kebakaran.
Sementara itu, pemantauan Satelit NOAA-20 mencatat sebanyak 1.487 titik panas tersebar di wilayah Kalimantan. Konsentrasi titik panas tertinggi berada di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik, disusul Kalimantan Barat dengan 560 titik.
"Jumlah tersebut tersebar dengan konsentrasi tertinggi berada di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik, disusul Kalimantan Barat 560 titik. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing terpantau 74 titik, sedangkan Kalimantan Utara sebanyak 3 titik," kata Berton.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengimbau pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan sarana pemadaman. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran di area rawan serta segera melaporkan titik api kepada otoritas setempat.
Luas kebakaran lahan di Indonesia hingga awal tahun telah menembus lebih dari 32.000 hektare. BMKG memprediksi fenomena El Nino kategori kuat berpotensi bertahan hingga kuartal I 2027 yang berisiko memperpanjang masa kekeringan.
Pengamat ekonomi dari INDEF Berly Martawardaya turut menyoroti sorotan media internasional terhadap bencana asap ini. Ia menyarankan penghentian sementara kegiatan belajar tatap muka serta pembagian masker bagi warga terdampak di Kalimantan.
"Daily Express Malaysia membahas kebakaran hutan dan kabut asap di Kalimantan serta post video siswa SD yang menembus asap tebal," kata Berly.
Berly mengusulkan pengalihan sementara anggaran Program Makan Bergizi Gratis untuk penanganan darurat karhutla. Ia juga menilai pemerintah tidak perlu ragu membuka diri terhadap bantuan internasional.
"Sambil giatkan upaya pemadaman dan usut, kenapa pemerintah pusat dan pemda tidak tutup sekolah + online learning, berlakukan WFH dan bagikan masker ke warga Kalimantan?" kata Berly.
Upaya penanganan terus berjalan melalui koordinasi lintas sektor, termasuk operasi modifikasi cuaca. Kerjasama antarnegara ASEAN juga diperkuat berdasarkan mekanisme penanganan polusi asap lintas batas.
"Stop MBG beberapa hari dan alihkan dananya untuk melindungi warga dan ekosistem Kalimantan. Uangnya ada," kata Berly.
Pemerintah Indonesia memastikan pengendalian karhutla tetap menjadi agenda prioritas nasional. Pendekatan kini difokuskan pada tindakan preventif dan kesiapsiagaan di tingkat daerah untuk mencegah perluasan dampak kesehatan dan lingkungan.
"Bangsa besar adalah bangsa yang melindungi rakyatnya dengan usaha sendiri dan/atau bantuan negara lain. Tidak perlu malu menerima bantuan ketika sedang membutuhkan, nanti gantian kita bantu pas negara tetangga membutuhkan," kata Berly.
Penanganan di lapangan kini difokuskan pada koordinasi antara BNPB, KLH/BPLH, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar untuk memadamkan titik api yang masih aktif.