Kabut Asap Karhutla Kalimantan Paksa 108 Sekolah Malaysia Tutup
Sebanyak 108 sekolah di wilayah Serian, Sarawak, Malaysia ditutup sementara akibat dampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas dari Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, Kamis (20/8/2026).
Penutupan fasilitas pendidikan tersebut diterapkan setelah Indeks Pencemaran Udara (API) melampaui batas aman, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pemerintah setempat memberlakukan Pembelajaran dan Pengajaran Berbasis Rumah (PdPR) guna menjaga kelangsungan kegiatan belajar para siswa.
"Berdasarkan Rencana Aksi Kabut Nasional, yang berada di bawah yurisdiksi direktur Departemen Pendidikan Negara Bagian Sarawak, sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak akan segera ditutup begitu API mencapai 200," kata Komite Manajemen Bencana Negara Bagian Sarawak (JPBN).
Kualitas udara di Sarawak mengalami penurunan sejak awal bulan. Dua daerah mencatatkan level sangat tidak sehat, yakni Tebedu dengan angka 212 dan Serian di posisi 202, sementara 11 kawasan lainnya berada dalam tingkat tidak sehat.
"Hingga pukul 4 sore hari ini, dua wilayah mencatat pembacaan API dalam kategori sangat tidak sehat, yaitu 212 di Tebedu dan 202 di Serian, sementara 11 wilayah berada dalam kategori tidak sehat, yaitu Kuching, Samarahan, Sri Aman, Sarikei, Sibu, Bintulu, Samalaju, Miri, Lundu, Lubok Antu, dan Lawas," kata JPBN Sarawak.
Masyarakat mengimbau agar warga membatasi kegiatan di luar gedung guna menghindari dampak paparan polusi. Perlindungan ekstra diprioritaskan bagi populasi rentan yang berisiko mengalami keluhan kesehatan.
"Kelompok berisiko tinggi, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, dan individu dengan masalah pernapasan atau jantung, harus membatasi paparan mereka terhadap udara yang tercemar," kata JPBN Sarawak.
Sementara itu di Indonesia, pemantauan Satelit NOAA-20 mencatat kemunculan 1.487 titik panas di wilayah Kalimantan. Konsentrasi titik panas tertinggi terdeteksi di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
"Jumlah tersebut tersebar dengan konsentrasi tertinggi berada di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik, disusul Kalimantan Barat 560 titik. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing terpantau 74 titik, sedangkan Kalimantan Utara sebanyak 3 titik," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat sinergi lintas sektor dan menginstruksikan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan sistem deteksi dini serta menjamin kesiapan sarana pemadaman karhutla.