Juan Orlando Hernandez Tiba di Honduras Usai Diampuni Donald Trump

Share

Mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez telah kembali ke tanah airnya setelah meninggalkan Amerika Serikat usai memperoleh pengampunan dari Presiden AS Donald Trump. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, Hernandez mendarat menggunakan pesawat pribadi di Tegucigalpa pada Minggu (26/7) sebelum menghadiri reli di Comayagua.

Kepulangan sosok yang menjabat sebagai Presiden Honduras periode 2014-2022 tersebut berlangsung empat tahun pasca ekstradisi dirinya ke Amerika Serikat. Sebelumnya, Donald Trump memberikan pengampunan pada Desember tahun lalu setelah pengadilan AS menjatuhkan hukuman 45 tahun penjara kepada Hernandez terkait kasus perdagangan narkoba.

Pengadilan AS pada tahun 2024 menyatakan Hernandez terbukti membantu penyelundupan ratusan ton kokain ke AS yang melibatkan aliansi dengan pimpinan kartel narkoba, termasuk Joaquin "El Chapo" Guzman. Namun, beberapa hari jelang pilpres di Honduras tahun lalu, Trump mengampuninya dengan alasan Hernandez tidak mendapat persidangan adil dan dijebak oleh pemerintahan mantan Presiden AS Joe Biden.

Saat berbicara di hadapan ratusan pendukungnya di sebuah area peternakan lokal, Hernandez menyampaikan rasa terima kasihnya atas keputusan pengampunan yang diberikan oleh Trump.

"Presiden yang paling paham situasi di dunia mengatakan: 'Saya telah meninjaunya — saya dan tim saya telah meninjaunya secara rinci — dan ketidakadilan luar biasa telah terjadi di sini; ini adalah witch hunt, ini adalah penggunaan sistem peradilan sebagai senjata politik'," kata Hernandez mengulangi ucapan Trump.

Kendati telah terbebas dari jeratan hukum di Amerika Serikat, Hernandez masih dihadapkan pada perkara hukum terpisah di dalam negeri. Ia dituduh mengalihkan dana publik sebesar US$ 2 juta untuk membiayai kampanye pilpres pertamanya, meskipun tuduhan penipuan dan pencucian uang tersebut dibantahnya secara tegas.

Dalam perkara di Honduras tersebut, hakim telah menangguhkan surat perintah penangkapan setelah Hernandez menyatakan bersedia hadir secara sukarela. Hernandez dijadwalkan hadir dalam persidangan di pengadilan Honduras pada 3 Agustus mendatang untuk menghadapi dakwaan tersebut.

"Hal terakhir yang akan saya lakukan adalah menundukkan kepala ketika kebenaran ada di pihak saya," tegas Hernandez.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author