JPPI Kritik Instruksi Prabowo Terkait Wajib Bahasa Prancis di Sekolah
Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mengkritik keras instruksi Presiden Prabowo Subianto yang mewajibkan pengajaran Bahasa Prancis di seluruh jenjang sekolah, menyusul rendahnya tingkat literasi dasar nasional pada Senin (1/6/2026).
Kritik tersebut disampaikan oleh Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji yang menilai kebijakan tersebut tidak sesuai dengan realitas pendidikan di lapangan, seperti dilansir dari Detikcom.
"Instruksi ini adalah kebijakan halusinasi. Bagaimana mungkin seorang kepala negara memerintahkan seluruh jenjang sekolah belajar Bahasa Prancis. Sementara di dunia nyata, jutaan anak Indonesia sedang mengalami bencana literasi dasar? Data PISA sudah menampar muka kita berkali-kali (bahwa) kemampuan membaca, matematika, dan sains anak-anak kita jeblok di level bawah. Jangankan memahami struktur bahasa Eropa, membaca dan mencerna isi teks bahasa Indonesia saja banyak anak kita yang gagal," kata Ubaid.
Penolakan terhadap instruksi presiden ini juga didasarkan pada masalah keterbatasan sumber daya manusia yang dihadapi oleh banyak sekolah saat ini.
"Soal ketersediaan SDM, jelas kita tidak punya guru yang siap ngajar. Ini kebijakan 'asal jeplak' yang menghina akal sehat publik. Jangankan guru Bahasa Prancis, sampai detik ini Indonesia masih darurat kekurangan guru kelas, guru matematika, dan guru sains," ujarnya.
Atas dasar kendala-kendala tersebut, pihak JPPI meminta kepala negara untuk segera membatalkan perintah kurikulum baru itu agar tidak membebani guru serta siswa.
"JPPI mendesak Presiden untuk segera membatalkan instruksi absurd ini. Jangan korbankan anak-anak didik dan para guru di ruang kelas hanya untuk menjadi kelinci percobaan ambisi elite yang lepas dari konteks kebutuhan pendidikan hari ini," lanjut dia.
Sebelumnya, perintah untuk mengajarkan bahasa tersebut diungkapkan oleh Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan resmi ke Istana Kepresidenan Élysée, Paris, pada Kamis (28/5/2026).
Pernyataan itu disampaikan langsung di hadapan Presiden Prancis Emmanuel Macron dengan mempertimbangkan tuntutan perkembangan dunia di masa depan.
"Sekarang saya sudah menginstruksikan bahwa semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan," kata Prabowo.