Joko Widodo Jalani Safari Politik Bersama PSI di Lampung
Mantan Presiden Joko Widodo melaksanakan safari politik bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Provinsi Lampung pada 26 hingga 28 Juni 2026 sebagai langkah awal memperkuat konsolidasi organisasi menuju Pemilu 2029, seperti dilansir dari Detikcom.
Kunjungan ini menandai penampilan perdana Joko Widodo sebagai warga biasa setelah masa jabatannya berakhir, sekaligus memanfaatkan rekam jejak pembangunan infrastruktur selama satu dekade pemerintahannya di wilayah tersebut.
Ketua Bidang Politik DPP PSI Bestari Barus mengonfirmasi bahwa agenda safari politik mantan presiden tersebut juga direncanakan akan menyasar dua provinsi lainnya dalam waktu dekat.
"Sudah disampaikan juga bahwa rencananya NTT dan Jabar. Kan bekas pekerjaan Pak Jokowi pada waktu beliau menjabat itu cukup banyak di sana," kata Bestari Barus, Ketua Bidang Politik DPP PSI.
Bestari menambahkan bahwa penentuan lokasi kunjungan tidak hanya didasarkan pada infrastruktur yang telah dibangun, melainkan juga karena tingginya undangan dari tokoh masyarakat serta kedekatan emosional.
"Pak Jokowi menunaikan apa yang beliau sampaikan untuk berkunjung ini diawali dengan Lampung, ya ini satu vitamin juga buat kami di PSI," kata Bestari Barus, Ketua Bidang Politik DPP PSI.
Kehadiran Joko Widodo menargetkan penguatan internal bagi para pengurus di tingkat daerah agar mampu menyelesaikan seluruh persyaratan administratif menjelang proses verifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tahun 2027.
"Saya kira kata-kata kecepetan itu bukan dari masyarakat datangnya, tapi dari elite politik," kata Bestari Barus, Ketua Bidang Politik DPP PSI.
Langkah ini diklaim sebagai pemenuhan kewajiban bagi partai nonparlemen untuk melakukan konsolidasi internal secara menyeluruh demi mengamankan kursi di DPR RI pada kontestasi politik mendatang.
Wakil Ketua Umum PSI Andy Budiman turut menegaskan bahwa kehadiran mantan kepala negara tersebut merupakan pemenuhan janji yang telah diikrarkan sejak pelaksanaan Kongres PSI di Solo dan Rakernas di Makassar.
"Ini adalah realisasi dari janji Pak Jokowi pada saat Kongres PSI di Solo ketika beliau menyebut akan bekerja mati-matian memenangkan PSI. Jadi kunjungan Pak Jokowi ke daerah bersama PSI itu adalah bagian dari realisasi Pak Jokowi untuk memenangkan PSI di 2029," kata Andy Budiman, Wakil Ketua Umum PSI.
Penggunaan atribut partai oleh Joko Widodo selama safari dinilai sebagai simbol penempatan PSI sebagai wadah politik utama untuk meneruskan program-program kerja pemerintahannya terdahulu.
Di sisi lain, perjalanan politik ini berlangsung di tengah bergulirnya isu hukum mengenai keaslian ijazah perguruan tinggi milik Joko Widodo yang sempat memicu aksi demonstrasi penolakan dari sekelompok massa di Lampung.
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menanggapi aktivitas tersebut dengan mengingatkan mantan presiden untuk memprioritaskan pemenuhan panggilan dari pihak pengadilan terlebih dahulu.
"Beliau ini ditunggu kehadirannya di PN untuk kasus ijazah. Janjinya mau hadir. Penuhi dululah janjinya, agar urusan segera selesai. Karena rakyat di daerah, termasuk di NTT, juga bertanya apakah ijazah Jokowi ini benar asli atau palsu," kata Andreas Hugo Pareira, Ketua DPP PDI Perjuangan.
Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai rangkaian safari ini memiliki fungsi ganda, termasuk potensi mengalihkan perhatian publik dari polemik hukum yang sedang dihadapi.
"Pertama, safari itu bisa mengalihkan isu soal ijazah dan secara perlahan publik akan bicara safari politik Jokowi. Dan terbukti, setiap safari politik, pembicaraan soal Jokowi menguat di media dan medsos dan isunya bukan ijazah, tapi memperkuat PSI,” kata Adi Prayitno, Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI).
Adi melihat kunjungan ke Lampung, NTT, dan Jawa Barat merupakan strategi untuk merawat basis pendukung di wilayah-wilayah kemenangan pemilu terdahulu melalui personalisasi rekam jejak pembangunan.
"Banyak hal yang bisa jelaskan kenapa Jokowi memulai safari politiknya di Lampung, NTT, dan Jabar. Secara politik, di tiga provinsi Jokowi menang waktu pilpres. Ini basis yang selama ini dukung Jokowi. Selain di tiga provinsi, ada sejumlah proyek strategis dibangun waktu Jokowi jadi presiden," kata Adi Prayitno, Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI).
Aspek psikologi massa cenderung mengaitkan keberadaan proyek strategis nasional secara langsung dengan figur pemimpin yang memimpin pada masa pembangunannya.
"Orang banyak lupa soal jasa masa lalu seperti itu. Dan itu bisa jadi ilusi. Jasa seperti itu hanya berlaku bagi yang sedang berkuasa, pasti diingat selalu," kata Adi Prayitno, Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI).