John Herdman Sebut Timnas Jepang Ujian Terbesar di Piala Asia 2027
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyatakan bahwa Timnas Jepang akan menjadi tantangan paling berat untuk anak asuhnya di Piala Asia 2027 Arab Saudi. Laga menghadapi raksasa Asia tersebut dianggap krusial demi mengukur progres Skuad Garuda.
Seperti dikutip dari Bola, Timnas Indonesia masuk ke dalam Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Herdman menegaskan bahwa performa tim harus terus ditingkatkan agar bisa menyamai level negara-negara kuat di Asia.
"I pikir jika kami ingin lolos ke 2030, dan saya selalu menempatkan visi saya di sana, selalu bekerja mundur dari 2030 dan tujuan besar itu, kami harus lebih dekat dengan Jepang," ujar John Herdman dinukil dari YouTube Timnas Indonesia.
Menurut arsitek strategi asal Inggris tersebut, menyamakan level dengan Jepang memerlukan proses menyeluruh. Perkembangan tersebut meliputi kesiapan mentalitas, kecakapan teknis, hingga kematangan taktik bermain.
"Dan itu adalah sebuah proses. Itu proses mental lalu proses teknis dan taktis," ucap John Herdman.
Pertandingan pembuka Grup F Piala Asia 2027 antara Timnas Indonesia dan Jepang bakal digelar di Jeddah pada 11 Januari 2027. Herdman ingin memanfaatkan momentum besar ini untuk membenahi segala kekurangan armada strateginya.
Jarak kualitas taktis yang sempat terlihat pada laga-laga sebelumnya menjadi perhatian utama sang pelatih. Dirinya bertekad mereduksi celah tersebut agar Indonesia tampil lebih solid dan cerdas.
"Memastikan bahwa dalam pertandingan itu, sementara tujuan utamanya adalah mencoba mengalahkan Jepang di laga pertama turnamen atau mendapatkan hasil, yang saya pelajari dari pertandingan terakhir adalah ada terlalu banyak elemen taktis di mana jaraknya terlalu besar dan kami bisa sangat cerdas dalam menutup beberapa celah itu saat melawan Jepang," kata Herdman.
Modal Pengalaman dari Timnas Kanada
Herdman mengantongi modal berharga karena pernah menumbangkan Jepang 2-1 serta Qatar 2-0 sewaktu menukangi Timnas Kanada menjelang Piala Dunia 2022. Memori kemenangan tersebut menjadi suntikan motivasi tersendical.
"Lalu saya memikirkan pengalaman saya bersama Kanada. Kami mengalahkan Jepang dalam perjalanan menuju Piala Dunia Qatar dan kami juga mengalahkan Qatar dalam perjalanan menuju Piala Dunia," imbuh John Herdman.
Selain itu, ia mengaku sudah sangat familier dengan gaya bermain pilar-pilar penting Qatar, salah satunya Akram Afif. Pemahaman individu ini diharapkan mempermudah penyusunan strategi pertahanan.
"Jadi saya punya pengalaman melawan kedua tim tersebut, beberapa individu seperti Akram Afif bersama Qatar, pemain top, dan bagaimana mencoba meredamnya dalam pertandingan. Jadi saya akan menggunakan sebagian pengalaman itu," ungkap John Herdman.
"Jadi ketika Anda berbicara soal perasaan, ada unsur rasa gentar karena Anda punya grup yang sangat berat, tetapi juga ada rasa antusias karena saya punya pengalaman menang melawan tim-tim ini," paparsnya.