John Herdman Pantau Pemain Persija Jakarta Jelang FIFA Matchday
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memutuskan untuk memantau langsung pertandingan Persija Jakarta melawan Semen Padang di Jakarta International Stadium pada Sabtu (23/5/2026) sore WIB. Langkah ini diambil karena ia ingin melihat dari dekat performa sejumlah pemain tim Macan Kemayoran demi persiapan agenda internasional mendatang, seperti dilansir dari Bola.
Keputusan sang juru taktik asal Inggris tersebut membuat dirinya melewatkan laga penentu gelar juara BRI Super League 2025/2026 antara Persib Bandung dan Borneo FC. Fokus utama Herdman tertuju pada Rayhan Hannan, gelandang muda berusia 22 tahun yang mendapat panggilan memperkuat skuad Garuda pada periode Juni 2026.
Herdman mengungkapkan ketertarikannya untuk melihat secara langsung kualitas permainan sang gelandang di lapangan dalam atmosfer kompetisi resmi sebelum pemusatan latihan dimulai.
"Mungkin saya akan melihat pertandingan Persija Jakarta. Saya akan menonton pertandingan itu. Sebab, saya sangat ingin melihat permainan Rayhan Hanan lebih dekat," kata Herdman kepada awak media di Stadion Madya, Jumat (22/5/2026).
Menurut Herdman, pemantauan langsung ini menjadi ujian mental yang sangat penting bagi pemain muda tersebut untuk membuktikan kapasitasnya di bawah pengawasan tim pelatih nasional.
"Saya ingin melihatnya secara langsung. Itu adalah langkah penting. Dia telah mengambil beberapa langkah yang bagus. Tetapi, ketika pelatih kepala muncul, dan Anda tahu sedang dipantau, apakah dia bisa tetap memperlihatkan performa yang bagus?" imbuh Herdman.
Selain memantau Hannan, mantan pelatih Timnas Kanada ini mengakui ada beberapa nama lain di skuad Persija yang masuk dalam radar pemantauannya, sementara komposisi pemain Persib sudah ia pahami dengan baik.
"Dan sebetulnya masih ada beberapa pemain lain di Persija Jakarta yang ingin saya saksikan. Namun, soal persaingan gelar juara, saya tidak begitu yakin. Namun, Persib Bandung sepertinya sudah jelas," kata Herdman.
Herdman juga menegaskan bahwa keputusan mengenai nama-nama pemain yang masuk ataupun dicoret dari skuad untuk agenda bulan Juni serta Juli mendatang sudah dipertimbangkan secara matang.
"Saya sudah jelas mengenai para pemain yang bermain di sana. Saya juga sudah memiliki keputusan soal pemain-pemain yang tidak terpilih untuk agenda internasional kali ini, dan siapa yang akan masuk dalam pertimbangan untuk Juli juga," tambah Herdman.
Pertimbangan lain yang mendasari absennya Herdman pada laga krusial Persib Bandung maupun Borneo FC adalah keinginan untuk menjaga kondisi psikologis para pemain agar terhindar dari beban mental tambahan.
"Saya tahu ini adalah pertandingan yang besar bagi Persib Bandung. Jadi, tidak ada tekanan pada mereka. Dan saya juga tidak akan ke laga Borneo FC dan memberi tekanan ekstra pada pemain mereka," kata Herdman.
Herdman memilih untuk bersikap netral dan membiarkan perebutan takhta juara berlangsung alami tanpa kehadiran fisik pelatih tim nasional yang berpotensi memengaruhi fokus para penggawa di lapangan.
"Saya akan bersikap netral dan membiarkan mereka bertarung. Tapi, betapa bagusnya bagi Indonesia untuk memiliki hari final di mana semuanya diperhitungkan," tambah Herdman.
Kendati memilih hadir di pertandingan yang berbeda, Herdman memberikan apresiasi tinggi terhadap ketatnya persaingan kompetisi domestik sepak bola Indonesia yang menyajikan drama perebutan juara hingga pekan terakhir.
"Saya pikir itu memberi tahu Anda betapa menariknya liga ini, dan betapa pentingnya liga ini bagi bangsa kita. Karena saya yakin apakah orang-orang adalah penggemar Persib atau Borneo, atau bahkan tidak keduanya, mereka akan menonton. Itu akan terasa fantastis. Jadi, saya harus tetap netral. Jadi saya akan menonton ke pertandingan Persija," kata Herdman.