Joe Biden Kritik Keras Donald Trump dan Sebut Pemimpin Korup

Share

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melontarkan kritikan keras untuk Presiden AS Donald Trump dan kebijakannya. Seperti dikutip dari Detikcom yang melansir CNN dan Anadolu Agency, kritikan tajam tersebut disampaikan Biden dalam acara penggalangan dana untuk Partai Demokrat di Maryland.

Biden secara terang-terangan menggambarkan sosok penggantinya di Gedung Putih tersebut sebagai pemimpin yang angkuh dan korup. Momen ini terjadi sekitar dua tahun setelah keduanya terlibat perdebatan sengit dalam debat capres AS untuk pemilu 2024, yang berakhir dengan mundurnya Biden dari pencapresan.

"Bukan hanya proyek-proyek untuk memuaskan egonya, seperti merobohkan Sayap Timur Gedung Putih demi membangun ballroom, mencantumkan namanya di Kennedy Center, membangun gapura untuk menghormati dirinya sendiri, bahkan mempekerjakan tukang kolam renang pribadi nya untuk memperbaiki kolam refleksi. Wah! Benar-benar pecundang," kata Biden saat berbicara di hadapan hadirin dalam acara yang digelar di sebuah kasino di Maryland tersebut.

Dalam pidato berdurasi 10 menit itu, Biden menyampaikan salah satu kritikan paling tajam yang pernah dia lontarkan terhadap Trump sejak tidak lagi menjabat.

"Kolam refleksi itu mencerminkan sesuatu yang jauh lebih buruk daripada narsisme dan inkompetensi yang menjadi inti pemerintahan ini," sebutnya.

"Yaitu korupsi, korupsi yang dilakukan secara terang-terangan dan tanpa rasa malu. Korupsi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pemerintahan Amerika," ucap Presiden ke-46 AS tersebut.

"Yang membuat saya marah adalah Trump ingin memberikan uang wajib pajak, uang Anda, kepada para pelaku pemberontakan 6 Januari. Itulah yang ingin dia lakukan," ujar Biden kepada hadirin, merujuk pada kerusuhan di Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021.

"Orang-orang ini tidak pantas mendapatkan kompensasi. Mereka pantas dijebloskan ke penjara untuk waktu yang sangat, sangat, sangat lama," imbuhnya.

Sejauh ini, belum ada tanggapan langsung dari pihak Trump atau Gedung Putih atas kritikan tajam Biden tersebut.

Sejak meninggalkan Gedung Putih pada awal tahun 2025, Biden aktif menghadiri berbagai acara partai di Maryland, South Dakota, dan Delaware untuk menggalang dukungan bagi Partai Demokrat di tengah masa jabatan kedua Trump.

Namun, langkah politik ini dilakukan di tengah situasi pasca-kepresidenan yang rumit karena banyak anggota Partai Demokrat masih merasa kecewa dengan cara Biden menangani pemilu tahun 2024.

Jajak pendapat terbaru dari CNN yang dilaksanakan SSRS bahkan menunjukkan hanya 30 persen warga AS yang memiliki pandangan positif terhadap Biden. Angka tersebut tercatat sebagai yang terendah dibandingkan periode mana pun selama Biden menjabat di Gedung Putih.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author