JF3 Food Festival 2026 Gelar Kuliner Nusantara di Jakarta

Share

Ajang JF3 Food Festival 2026 kembali menyapa penikmat kuliner di La Piazza Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta, pada 14 Agustus hingga 27 September 2026. Acara tahunan ini mengusung konsep Lokarasa Nusantara untuk merayakan kekayaan ragam rasa sekaligus memeriahkan HUT RI ke-81, sebagaimana dilansir dari Detik Food.

Penyelenggaraan festival ini menghadirkan dua program utama, yaitu Kampoeng Tempo Doeloe (KTD) dan Wonderful Culinary Expo (WCE). Sebanyak lebih dari 100 tenant kuliner menyajikan sekitar 1.000 menu khas dari berbagai penjuru daerah, mulai dari Aceh, Jakarta, Semarang, hingga Bali.

Director Summarecon, Soegianto Nagaria menegaskan pentingnya menjaga tradisi kuliner lokal sebagai bagian dari identitas kebudayaan nasional.

"Kuliner merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia. Beragam sajian kuliner tidak hanya menawarkan cita rasa, tetapi juga membawa cerita, tradisi, dan nilai yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Inilah yang ingin terus kami jaga agar kekayaan tersebut tetap ada dan dinikmati dari generasi ke generasi," ujar Soegianto Nagaria, Director Summarecon.

Kehadiran pameran kuliner ini juga dirancang untuk membuka ruang pertumbuhan yang lebih luas bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kuliner.

"Di sisi lain, kami juga ingin para pelaku UMKM yang menjadi bagian penting dari kekayaan kuliner Indonesia memiliki kesempatan semakin mengembangkan usahanya. Kami berharap apa yang telah berjalan selama 22 tahun ini dapat terus memberikan manfaat, baik bagi masyarakat maupun bagi para pelaku usaha kuliner Indonesia," kata Soegianto Nagaria, Director Summarecon.

Dari keseluruhan peserta, terdapat 38 nama baru yang bergabung di Kampoeng Tempo Doeloe, seperti Cakwe Gang Gloria Pancoran Glodok, Kerak Telor Pak Ahmad, Nasi Goreng Babat Semar Semarang, Rarampa Manado, hingga Sego Tempong Rakyat Khas Banyuwangi. Sejumlah tenant legendaris seperti Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih dan Es Durian Sakinah juga hadir melengkapi pilihan sajian.

Beberapa gerai populer mencatatkan antrean panjang pengunjung, di antaranya Serabi Notosuman Ny. Handayani khas Solo, Rujak Bang Shultan, serta Klepon Gianyar Bali. Selain itu, penyelenggara turut menyediakan area khusus di bagian kanan pintu masuk Gafoy untuk ragam kuliner non-halal seperti Lapo Tondongta Senayan dan Soto Mie Bakut Ko Ricky Bandung.

Pilihan hidangan tradisional lain yang ditawarkan mencakup Rujak Juhi Pak Tata sejak 1978 seharga Rp 35.000 per porsi, iga bakar cobek dari Igapi, serta Sate Jando khas Bandung dengan harga paket Rp 45.000.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author