Jerman Salahkan Donald Trump Atas Penutupan Selat Hormuz
Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menyalahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas langkah Iran yang kembali menutup Selat Hormuz. Jalur perairan vital bagi pasokan minyak dan gas global tersebut didesak untuk segera dibuka kembali demi kepentingan ekonomi Eropa pada Senin (22/6/2026).
Keterangan tersebut dilansir dari Detikcom melalui laporan kantor berita AFP. Jerman memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas jalur perdagangan energi internasional yang saat ini terganggu akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
"Pada akhirnya, sumbat di leher botol Selat Hormuz didorong masuk oleh Donald Trump, bukan oleh kami, tetapi kami memiliki kepentingan untuk membukanya kembali," kata Boris Pistorius, Menteri Pertahanan Jerman.
Penutupan kembali kawasan perairan ini terjadi setelah Iran mengumumkan keputusan tersebut pada Sabtu (20/6). Langkah Teheran dipicu oleh serangan Israel yang terus berlanjut ke Lebanon selaku markas kelompok Hizbullah, padahal sebelumnya lalu lintas kapal sempat membaik pasca-kesepakatan awal antara Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
"Pembukaan Selat Hormuz, atau lebih tepatnya jalur aman untuk melintasinya, adalah demi kepentingan Eropa, demi kepentingan pasokan energi kita dan pemulihan ekonomi kita," tegas Boris Pistorius, Menteri Pertahanan Jerman.
Pistorius menilai bahwa penyelesaian masalah ini membutuhkan keterlibatan dari negara-negara sekitar yang berada di area jalur perairan. Menurutnya, kesepakatan baru memerlukan dukungan langsung dari pihak Iran dan Oman.
Sikap tegas dari pihak Berlin ini menandai perubahan diplomasi setelah sebelumnya Jerman konsisten menjauhkan diri dari operasi militer Amerika Serikat tanpa menyalahkan Washington secara terbuka. Terkait situasi konflik tersebut, pemimpin Jerman lainnya juga sempat mengutarakan pandangan serupa mengenai posisi mereka.
Kanselir Jerman Friedrich Merz sebelumnya menyatakan pada April lalu bahwa peperangan di wilayah tersebut bukan merupakan urusan NATO saat Trump meminta bantuan sekutu untuk mengamankan Selat Hormuz. Merz bersama Pistorius menyayangkan sikap Amerika Serikat yang tidak melakukan konsultasi dengan para sekutunya sebelum melancarkan serangan terhadap pihak Iran.