Jerman Hentikan Program Pemindahan Warga Afganistan Meski Janji Sebelumnya

Share

Pemerintah Jerman menghentikan program pemindahan warga Afganistan yang membantu upaya Jerman di Afganistan sejak Mei 2025, padahal janji perlindungan pernah disampaikan Menteri Luar Negeri Heiko Maas pada Agustus 2021.

Sejak Taliban menguasai Afganistan, lebih dari 37.000 warga Afganistan yang bekerja dengan Bundeswehr atau program bantuan Jerman beserta keluarga mereka telah tiba di Jerman hingga Juni 2026, termasuk aktivis dan jurnalis yang berisiko tinggi, menurut dilansir dari Detikcom.

Ahmad Samid, teknisi audio di Bundeswehr, menilai pemerintah telah menepati janji. Namun, Javad Niazi yang bekerja di Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan masih terjebak di Peshawar, Pakistan, bersama 600 warga Afganistan lainnya yang berharap bisa berangkat ke Jerman.

"Saya sangat berterima kasih kepada Jerman. Namun, jika seseorang berkata, 'Saya akan membantu Anda,' maka janji itu harus ditepati. Orang harus menepati janji," ujar Ahmad Samid.

Javad Niazi menggambarkan kondisi sulit dengan tabungan habis dan ketakutan meninggalkan tempat tinggal sementara karena risiko penangkapan oleh pasukan keamanan Pakistan.

"Anak laki-laki saya yang berusia 14 tahun pergi berbelanja saat hari mulai gelap di sini. Kami tidak bisa pergi ke pasar, taman, atau rumah sakit mana pun, anak-anak saya tidak bisa bersekolah. Ini merupakan beban yang sangat berat bagi kami. Kami tidak pernah menyangka bahwa negara seperti Jerman akan menarik kembali keputusannya, ini sungguh tak bisa dipercaya," kata Javad Niazi.

Pemerintahan baru Jerman di bawah Friedrich Merz telah menghentikan program pemindahan sejak Mei 2025 dan bahkan bekerja sama dengan Taliban secara teknis untuk memulangkan warga Afganistan yang diduga beraktivitas kriminal di Jerman.

Javad Niazi dan ratusan lainnya mengajukan surat permohonan bantuan langsung kepada kanselir, memohon pertolongan untuk melarikan diri dari kekuasaan Taliban demi keselamatan hidup mereka.

Pemerintah juga menawarkan uang kepada pengungsi yang membatalkan keberangkatan ke Jerman. Sebanyak 300 orang telah menerima tawaran ini, melepaskan harapan masa depan di Jerman.

Mahkamah Konstitusi Federal Jerman mengeluarkan putusan yang mencabut program penerimaan warga Afganistan pada Juli 2026, dengan alasan perlunya mempertimbangkan kasus dan kepentingan individu secara khusus.

Kementerian Dalam Negeri Jerman menegaskan bahwa keputusan tersebut sejalan dengan argumen pemerintah bahwa pernyataan penerimaan dapat dicabut jika kepentingan politik berubah, namun keadaan individu harus dipertimbangkan.

Organisasi bantuan non-pemerintah Kabul-Luftbrücke terus mendukung warga Afganistan, telah menyelamatkan lebih dari 4.400 orang dari Taliban dan membantu memberikan bantuan hukum sehingga lebih dari 1.000 orang dapat berangkat ke Jerman sejak September 2025.

"Sekitar 75% dari orang-orang yang kini masih menunggu adalah perempuan dan anak-anak. Artinya, bagi semua perempuan dan anak-anak ini, yang tidak bersekolah, yang tidak lagi dapat membangun kehidupan mandiri atau mengejar karier, jalan menuju masa depan yang aman telah terhalang," ujar Eva Beyer dari Kabul-Luftbrücke.

Dia mendesak agar orang-orang yang telah lolos pemeriksaan keamanan segera mendapat visa, termasuk mereka yang sudah memiliki visa namun batal naik pesawat karena pembatalan penerbangan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author