Jepang Luncurkan Sushi Bus untuk Wisata Kuliner di Tokyo

Share

Wisata kuliner di Tokyo mendapat sentuhan inovatif dengan hadirnya Sushi Bus, sebuah bus wisata bertingkat yang menawarkan pengalaman makan sushi sambil berkeliling kota.

Konsep unik ini menggabungkan restoran sushi kaitenzushi dengan bus yang memiliki dapur dan conveyor belt di dalamnya. Penumpang dapat menikmati berbagai macam sushi yang bergerak di atas conveyor belt di lantai dua bus yang beratap terbuka.

Perjalanan Sushi Bus berlangsung selama 70 menit dengan sistem makan sepuasnya. Bus ini berangkat dari Kajibashi Parking Lot dekat Stasiun Tokyo dan menelusuri kawasan populer Tokyo seperti Shibuya Scramble Crossing, Ginza, dan Kaminarimon di Asakusa tanpa berhenti.

Sushi disiapkan oleh staf di dapur lantai pertama dan diantarkan ke lantai dua menggunakan lift khusus sebelum diletakkan di conveyor belt yang dapat diambil oleh penumpang. Kapasitas bus terbatas hanya 20 kursi untuk menjaga pengalaman lebih eksklusif.

Pengembangan konsep Sushi Bus ini memakan waktu lebih dari 2,5 tahun, dimulai dari ilustrasi pertama pada April 2024. Tantangan utama adalah menjaga keamanan sushi agar tetap pada tempatnya saat bus bergerak, termasuk saat pengereman mendadak, dengan bantuan pengujian dari produsen conveyor sushi Kitanihon Kako.

Selain itu, menu disesuaikan dengan berbagai kategori pelanggan, termasuk pilihan vegetarian dan makanan halal untuk memenuhi kebutuhan beragam penumpang.

Sushi Bus dijadwalkan mulai beroperasi di Tokyo pada 10 Oktober 2026 dengan lima jadwal keberangkatan setiap hari, yakni pukul 11.00, 13.00, 15.00, 17.00, dan 19.00. Harga tur dan makan sushi di bus ini ditetapkan sebesar 16.000 yen atau sekitar Rp1,8 juta per orang.

Setelah peluncuran di Tokyo, pihak pengelola berencana memperluas konsep Sushi Bus ke kota wisata lain di Jepang, seperti Osaka dan Kyoto, untuk menghadirkan pengalaman kuliner serupa di tempat berbeda.

Informasi ini dikutip dari Detik Food yang melaporkan perkembangan terbaru mengenai inovasi wisata kuliner di Jepang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author