12 Jenis Penyakit Kelamin yang Perlu Diwaspadai

Share

Infeksi menular seksual (IMS) atau penyakit kelamin dapat menyerang siapa saja yang aktif secara seksual, baik laki-laki maupun perempuan. Mengenal berbagai jenisnya sangat penting agar penanganan dan pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin. Berikut adalah 12 jenis penyakit kelamin yang perlu diwaspadai:

  1. Klamidia — Disebabkan infeksi bakteri Chlamydia trachomatis yang dapat memicu nyeri saat buang air kecil, keluar cairan dari alat kelamin, hingga risiko infertilitas jika tidak diobati. Menyebar melalui seks anal, vagina, oral, serta dapat menular ke bayi selama persalinan.
  2. Kutu kelamin (kutu kemaluan) — Infeksi parasit Pthirus pubis pada rambut kemaluan yang menimbulkan gejala utama berupa gatal hebat, terutama di malam hari. Penularan terjadi melalui kontak seksual maupun penggunaan handuk atau seprai bersama.
  3. Virus herpes simpleks (HSV) — Menyebabkan herpes genital dengan gejala khas berupa lepuhan kecil yang terasa nyeri di sekitar alat kelamin atau anus. HSV-1 umumnya menyerang mulut namun dapat menular ke area genital lewat seks oral, sedangkan HSV-2 menyerang area genital dan anus.
  4. Hepatitis B — Virus yang menyerang dan menyebabkan kerusakan hati jangka panjang serta bertahan dalam cairan tubuh seperti darah dan air mani. Penularannya terjadi lewat hubungan seksual, darah yang terkontaminasi, atau dari ibu ke bayi, dan dapat dicegah dengan vaksinasi.
  5. Trikomoniasis — Disebabkan parasit Trichomonas vaginalis yang menimbulkan keputihan berbau pada perempuan, meski sering kali tidak bergejala pada laki-laki. Penyakit ini menyerang vagina atau uretra dan dapat diatasi dengan resep antibiotik dari dokter.
  6. Human Immunodeficiency Virus (HIV) — Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan dapat berkembang menjadi AIDS jika tidak ditangani. HIV menular melalui cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI, namun gejalanya dapat dikendalikan dengan terapi antiretroviral (ARV).
  7. Human papillomavirus (HPV) — Salah satu jenis IMS yang paling umum, di mana beberapa tipenya dapat menyebabkan kutil kelamin atau meningkatkan risiko kanker serviks, anus, dan tenggorokan. Infeksi tipe tertentu dapat dicegah melalui vaksinasi HPV.
  8. Moluskum kontagiosum — Infeksi virus yang ditandai dengan munculnya benjolan kecil mengilap dan bulat pada kulit. Penularan pada orang dewasa umumnya terjadi melalui kontak kulit ke kulit saat aktivitas seksual.
  9. Skabies — Infeksi kudis akibat tungau Sarcoptes scabiei yang menyebabkan gatal hebat pada malam hari disertai ruam kulit. Penularannya terjadi melalui kontak kulit yang erat dan memerlukan pengobatan krim topikal serta sterilisasi barang pribadi.
  10. Sifilis — Infeksi bakteri Treponema pallidum yang diawali dengan luka tanpa rasa nyeri di area genital. Tanpa pengobatan medis yang tepat sejak dini, sifilis berpotensi merusak organ vital seperti otak dan jantung.
  11. Gonore — Disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae dengan gejala nyeri saat buang air kecil serta keluarnya cairan tidak normal dari organ intim. Jika dibiarkan, gonore dapat memicu peradangan panggul pada wanita atau epididimitis pada pria yang memengaruhi kesuburan.
  12. Chancroid (Ulkus Mole) — Infeksi bakteri Haemophilus ducreyi yang menimbulkan luka menyakitkan pada alat kelamin dan pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan. Kondisi ini dapat ditangani dengan antibiotik dan meningkatkan risiko tertular HIV jika tidak diobati.
Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author