Jejak Londo Ireng dan Sejarah Lahirnya Kampung Afrikan di Purworejo
Istilah Londo Ireng telah lama dikenal dalam sejarah Indonesia. Jejak keberadaan mereka masih bisa ditemukan hingga kini di Purworejo, Jawa Tengah, tepatnya di sebuah pemukiman bersejarah yang dikenal sebagai Kampung Afrikan.
Londo Ireng, yang secara harfiah berarti Belanda Hitam, merupakan sebutan bagi tentara bayaran asal Afrika Barat yang direkrut oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda pada abad ke-19. Menurut sejarawan Purworejo Atas Danusubroto, para serdadu tersebut berasal dari wilayah yang saat ini meliputi Ghana, Burkina Faso, dan Pantai Gading.
Perekrutan para prajurit Afrika ini dimulai setelah Perang Diponegoro atau Perang Jawa berakhir pada 1830. Kala itu, Belanda membutuhkan pasokan pasukan tambahan untuk menjaga keamanan di wilayah jajahan, terutama di Pulau Jawa.
Menurut penjelasan Atas, Perang Jawa telah memakan korban sekitar 8.000 serdadu Hindia Belanda, baik dari kalangan tentara Eropa maupun prajurit pribumi yang direkrut oleh pemerintah kolonial. Di saat yang bersamaan, Belanda tidak lagi bebas merekrut tentara bayaran dari benua Eropa akibat adanya larangan resmi.