by

Jangan Main-Main Soal Data Pangan Daerah

Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan pemerintah daerah baik tingkat provinsi, kabupaten, ataupun kotamadya perlu memperhatikan ketersediaan pangan di wilayah masing-masing melalui penguatan data pangan.

Dia mengatakan peringatan dari Food and Agriculture Organization (FAO) terkait ancaman krisis pangan akibat pandemi Covid-19 perlu menjadi perhatian.

”Saya minta agar hati-hati, karena ketersediaan data yang valid sangat penting untuk merumuskan kebijakan yang tepat,” ujar Presiden yang akrab disebut Jokowi tersebut dalam rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi secara virtual.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi sangat menekankan penguatan data dan informasi pangan di daerah melalui pengembangan data yang suda ada di pusat informasi harga strategis dari pemerintah pusat.

”Sinergikan data-data di daerah. Buat neraca pangan yang akurat sehingga kalau ada yang kekurangan pangan bisa cepat diatasi,” Presiden Jokowi mengarahkan.

Baca Juga  Kian Moncer! Mata Uang Bitcoin Mendekati Rp400 Juta

Dia mengatakan penguatan data konsumsi dan produksi pangan yang akurat sangat penting untuk mengetahui provinsi yang mengalami kekurangan pangan dan juga provinsi yang memiliki kelebihan pasokan pangan.

Perdagangan dan kerja sama antar daerah juga bisa didorong dan diperkuat dengan adanya data-data yang akurat.

Presiden mengatakan kondisi ekonomi 2020 sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dengan kondisi inflasi yang rendah.

Presiden mengatakan pemerintah saat ini dituntut untuk mempertahankan inflasi agar tidak terlalu rendah.

”Harus dijaga pada titik keseimbangan agar bisa memberi stimulus pada produsen untuk tetap berproduksi,” imbuh dia.

Presiden mengingatkan pentingnya upaya menjaga permintaan dan pasokan agar pada saat ekonomi pulih dan daya beli masyarakat kembali normal tidak terjadi tekanan harga yang signifikan.

Baca Juga  Ditanya Vaksin, China Cuma Bilang Begini

”Kebijakan pengendalian inflasi tidak hanya fokus pada pengendalian harga, tapi juga daya beli masyarakat,” lanjut Presiden.

Dia mengatakan untuk menjaga daya beli masyarakat pemerintah sudah memberikan berbagai skema perlindungan sosial yang diarahkan untuk bisa meningkatkan konsumsi rumah tangga serta meningkatkan permintaan dan mendorong ketersediaan pasokan.

Presiden juga meminta pemerintah daerah memperkuat langkah dan kebijakan yang sudah dilakukan pemerintah pusat dengan mempercepat realisasi APBD, terutama pada penyaluran bantuan sosial dan bantuan modal untuk mendukung perekonomian, khususnya sektor UMKM.

Dia juga meminta belanja kementerian/lembaga dan pemda untuk mengutamakan penyerapan produk dalam negeri, khususnya produk pertanian dan UMKM.

Baca Juga  Azis Syamsuddin Minta Strategi Pananganan Wabah Harus Dievaluasi Segera

”Selain itu, saya minta gubernur, bupati, dan walikota berikan tone positif dan optimistis pada masyarakat terkait perkembangan kebijakan dan langkah-langkah penanganan Covid-19 oleh pemerintah pusat dan daerah setiap saat,” lanjut Presiden Jokowi.

Dia mengatakan pemerintah daerah juga perlu menyampaikan kepada masyarakat tentang bantuan stimulus hibah yang sudah digulirkan kepada siapa saja dengan menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membangun semangat dan optimisme.

”Ingatkan masyarakat untuk saling membantu dan gotong royong dalam menghadapi situasi sulit ini. Bangun harapan dengan bersatu kita bisa lalui semua ini,” ungkap Presiden Jokowi. (man/tap)

Baca Juga