Jakarta Diguyur Hujan dan Lahan Kosong Terbakar di Tomang
Hujan berintensitas sedang mengguyur kawasan Mampang Prapatan dan wilayah Jakarta Selatan pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 12.40 WIB. Presipitasi ini membasahi tanah ibu kota setelah dua pekan dilanda cuaca panas di musim kemarau.
Awan hujan terlihat merata menutupi langit Jakarta Selatan dan memberikan kesegaran pasca hujan terakhir yang tercatat turun pada Selasa (4/8/2026) sore. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi adanya potensi pertumbuhan awan hujan di kawasan Jabodetabek.
Kelembapan udara di lapisan 850-500 milibar (mb) terpantau cukup basah sehingga mendukung terbentuknya awan hujan. Namun, BMKG memprediksi adanya dinamika cuaca untuk beberapa hari mendatang di wilayah DKI Jakarta.
"Dalam tiga hari ke depan, potensi hujan di wilayah Jakarta cenderung menurun dibandingkan kondisi hujan hari ini," kata Pelaksana Harian (Plh) Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani.
Di tempat terpisah pada hari yang sama, insiden kebakaran melanda sebuah lahan kosong di Jalan Gelong Baru Utara II, RT 15/RW 07, Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran menerima laporan warga terkait peristiwa tersebut pada pukul 11.20 WIB.
Sebanyak sembilan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan menuju lokasi yang dipenuhi semak belukar dan sampah. Asap putih sempat membubung tinggi di atas lahan tersebut selama proses pemadaman berlangsung.
Petugas berhasil memadamkan kobaran api secara total dalam waktu 30 menit atau sekitar pukul 12.00 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut, sementara penyebab utama kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Sementara itu, dinamika kegiatan warga Jakarta Barat juga diwarnai aksi kreasi lingkungan di RPTRA Manggis, Kemanggisan. Warga mengolah sampah plastik, karung beras, kardus, hingga kulit jagung menjadi busana untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Proses pembuatan busana diawali dengan membersihkan dan mencuci sampah menggunakan air hangat sebelum dirangkai menjadi kostum daerah maupun modern. Warga memanfaatkan ide busana kreatif tersebut dari diskusi bersama dan tayangan di platform TikTok.
"Manfaatnya untuk kita mengenalkan kalau sampah itu sendiri kita daur ulang itu bisa bermanfaat, bukan sampah saja yang dibuang langsung ditaruh di tempat sampah, kita daur ulang kembali, kita bisa bermanfaat untuk fashion. Dan juga mungkin karena ini spesial acara Hari Kemerdekaan mungkin ya," ujar salah satu warga, Sri Puji Astuti.
Pembuatan kostum tersebut membutuhkan waktu pengerjaan hampir satu minggu setelah jam kerja dan turut melibatkan anak-anak di sekitar RPTRA. Kegiatan ini digelar sesuai Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 tahun 2026 mengenai Pemilahan dan Pengolahan Sampah.